Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Juni 2018 | 20.29 WIB

Bamsoet Dorong KKP, TNI AL dan Bakamla Lebih Galak ke Pencuri Ikan

Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah meningkatkan patroli di sekitaran perbatasan zona laut milik Indonesia. Itu menyusul penangkapan 10 kapal asing asal Vietnam - Image

Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah meningkatkan patroli di sekitaran perbatasan zona laut milik Indonesia. Itu menyusul penangkapan 10 kapal asing asal Vietnam

JawaPos.com - Upaya patroli di perbatasan zona laut Indonesia perlu diintensifkan. Saban hari, sejumlah kapal berbendera asing terus mencari celah untuk mencari ikan.


Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta TNI Angkatan Laut, Direktorat Polair Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Keamanan Laut (Bakamla) meningkatkan koordinasi dan sinergitas untuk menindak mereka.


Menurutnya, sinergi antara keempat instansi itu harus ditingkatkan dalam rangka memberantas pencurian ikan.


Bamsoet -panggilan akrab Bambang- menyatakan hal itu menyusul penangkapan atas 10 kapal nelayan berbendera Vietnam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Perairan Natuna, Minggu (3/6).


Kesepuluh kapal motor milik nelayan Vietnam tanpa Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dari pemerintah Indonesia itu, kepergok kapal patroli Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP dan Bakamla.


“Mendorong aparat keamanan untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam pencurian ikan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku, mengingat kasus pencurian ikan di perairan Indonesia sudah terjadi berulang dan kapal ilegal pencuri ikan tersebut selalu menggunakan alat tangkap yang dilarang yaitu dobel pukat harimau,” ujar Bamsoet, Senin (4/6).


Mantan ketua Komisi Hukum DPR itu juga meminta KKP bersama instansi terkait lainnya untuk menggencarkan patroli. Mengingat area yang harus diamankan sangat luas, Bamsoet menyarankan agar ada pengawasan terintegrasi dan pembagian daerah patroli.


“Pengawasan terintegrasi dengan semua lembaga, sekaligus melakukan reformasi birokrasi sektor kelautan agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan seperti praktik suap dan pungutan liar,” tegasnya.


Bamsoet menambahkan, koordinasi antara TNI AL, Polair Polri, KKP dan Bakamla sangat diperlukan dalam meningkatkan keamanan dan pengawasan atas teritorial laut Indonesia.
“Terutama wilayah perairan yang memiliki tingkat kerawanan yang tinggi,” ujarnya.


Wakil rakyat dari Golkar itu menegaskan, harus ada tindakan tegas terhadap para pencuri ikan demi menimbulkan efek jera.


“Tindak tegas kapal yang teridentifikasi melakukan illegal fishing, guna memberikan efek jera serta mencegah kasus pencurian ikan berulang,” tegasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore