Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Juni 2018 | 23.18 WIB

Sekjen PSI: Akhirnya Saya Tidak Tahun Baruan di Penjara

Sekjen PSI (Berpeci), Raja Juli Anthony menunjukan dokumen SP3 terkait kasus kampanye yang sempat menjeratnya. Tampak Ketua Umum PSI, Grace Natalie. - Image

Sekjen PSI (Berpeci), Raja Juli Anthony menunjukan dokumen SP3 terkait kasus kampanye yang sempat menjeratnya. Tampak Ketua Umum PSI, Grace Natalie.

JawaPos.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) girang atas terbitnya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas perkara dugaan kampanye di luar jadwal. Partai berbasis massa generasi milenials ini pun mengaku bersyukur.


"Insya Allah ini berkah puasa dan berkah hari pancasila. Akhirnya saya dan Bro Chandra tidak tahun baruan di penjara," kata Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni saat konferensi pers di Basecamp PSI, Jakarta, Jumat (1/6).


Pria yang akrab disapa Toni ini mengatakan, dengan keluarnya surat edaran SP3 pertanggal 31 Mei, menandakan kasus hukum yang telah bergulir terbukti tidak memenuhi unsur pidana.


Pihaknya pun mengapresiasi kinerja kepolisian atas penyidikan permasalahannya itu.


"Saya apresiasi kepada kepolisian, karena sejak awal, kami percaya apa yang kami lakukan tidak memenuhi unsur-unsur pidana. Sekitar 7 sampai 8 jam pemeriksaan, akhirnya melahirkan dan membawa hasil yang baik bagi kami yakni terbit SP3," cetusnya.


Lebih lanjut, Toni menambahkan, dirinya pun menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah berjuang bersama untuk menegakkan keadilan. Termasuk pula aktivis media sosial.


"Kami sekali lagi ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia," ungkapnya.


Tak hanya itu, Toni pun mengaku tak akan menaruh kebencian ataupula dendam kepada Bawaslu selaku pelapor. Baginya, lembaga yang diketuai Abhan itu merupakan institusi penting bagi demokrasi Indonesia, terutama pada pemilu 2019 mendatang.


Kendati demikian, pihaknya pun meminta kepada Bawaslu untuk menjadikan permasalahan yang dialaminya itu sebagai evaluasi yang baik kedepannya. Terutama mengenai menciptakan kapasitas berbasis keadilan.


"Keadilan harus tajam kepada siapapun, tidak hanya pihak tertentu," pungkasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore