Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Juni 2018 | 01.45 WIB

Pengamat: Sudirman, Kunci Prabowo Kuasai Lumbung Suara di Pilpres

Kedua paslon usai pengundian nomor urut di Semarang belum lama ini. - Image

Kedua paslon usai pengundian nomor urut di Semarang belum lama ini.

JawaPos.com - Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi lumbung suara terbesar nasional wajib diperhitungkan semua politikus yang berambisi di Pilpres 2019 mendatang. Daerah yang sedang menggelar pemilihan kepala daerah tersebut, mau tidak mau harus masuk dalam radar semua politikus yang berambisi di tahun depan, termasuk Prabowo Subianto.


Hal itu diutarakan oleh Peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro. Ia menyebut, sudah sepatutnya Prabowo yang telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Presiden dari Partai Gerindra untuk memperhatikan Jateng. Apalagi kali ini, Gerindra menjagokan Sudirman Said sebagai salah satu calon gubernur Jateng.


"Sudirman harus mengalahkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin untuk mendongkrak suara Prabowo seperti di Jakarta ketika Anies Baswedan menang," tulis Siti Zuhro dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Rabu (30/5).


Selain itu, apabila Sudirman mampu mengungguli Ganjar, status Jateng sebagai Kandang Banteng atau Basis PDIP pastinya akan kian terkikis. Dengan kata lain makin membuka peluang bagi Prabowo pada Pilpres 2019 mendatang.


Lebih lanjut, Zuhro mengatakan bahwa saat ini Ganjar yang merupakan pesaing Sudirman, acap kali namanya dikaitkan dengan kasus korupsi megaproyek e-KTP. "Dan jika terobosan dibandingkan dengan Pakde Karwo (Gubernur Jatim) masih jauh. Terobosan-terobosan itu merupakan bentuk konkret sebagai sebuah provinsi," katanya.


Peluang menang yang kembali hidup atas dasar faktor-faktor di atas, membuat Sudirman berpotensi memberikan Prabowo investasi suara di Jateng. Masih dengan catatan, Mantan Menteri ESDM itu setidaknya harus menang Pilgub 2018 terlebih dahulu.


Karena layaknya DKI Jakarta, Jabar, Jatim, suara di Jateng pastilah sangat diburu. "Apapun kemenangan akan menunjukkan power. Biar bagaimana pun power berpengaruh dalam politik," katanya.


Jika Sudirman ingin memiliki andil macam itu, Zuhro menyarankan pasangan Ida Fauziyah itu belajar dari Pilgub Jakarta. Khususnya dalam konteks membaca peluang dan menakar pemanfaatan kemenangan di Jakarta bagi kemenangan Prabowo nanti.


"Saat itu survei Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta) berada di bawah dan dilihat kalah. Namun ada momen akhirnya meroket naik. Jadi kalau ada mukjizat besar kemungkinan Sudirman dan Ida bisa menang apalagi integritas oke," katanya.


Pemilih yang masih belum menentukan, tambah Zuhro, juga harus bisa dibidik. Biasanya, pemilih tersebut diarahkan atau mengarahkan dirinya sendiri kepada satu pasangan calon.


"Tinggal membaca pemilih menentukan ke mana. Apakah Sudirman atau Ida bisa atau ada enggak momen atau event membuat daya dongkrak sehingga menaikkan persentase," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore