Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 02.00 WIB

Jelang Pilkada Serentak, PKS Curiga Kasus e-KTP Tercecer

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendesak Kemendagri agar segera menggelar audit investigasi soal e-KTP yang tercecer. - Image

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mendesak Kemendagri agar segera menggelar audit investigasi soal e-KTP yang tercecer.


JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera melakukan audit terhadap Standar Opresional Prosedur (SOP) pengiriman e-KTP dan harus diungkap kepublik hasilnya. Sebelum nantinya dipanggil ke DPR untuk dimintai keterangan soal kasus itu.


"Kemendagri harus segera audit SOP pengiriman e-KTP dan diungkap kepublik hasilnya, bila menganggap hal ini sepele, masyarakat bisa mencurigai ada motif apa. Karena ini momennya jelang pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019," ujar Mardani, Selasa (29/5).


Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan keanehan dalam kasus e-KTP yang berceceran itu dinilai cukup janggal. Karena menurutnya tidak seharusnya e-KTP warga Sumatra Selatan (Sumsel) berjatuhan di wilayah Jawa Barat (Jabar).


Oleh sebab itu ada tiga poin yang dikritisi penggagas gerakan #2019GantiPresiden dalam kasus ini.‎ Pertama menurutnya, ini merupakan bentuk keteledoran. Pemerintah harus mengakui ini bentuk keteledoran, disaat masyarakat banyak kesulitan dapat e-KTP tiba- ada banyak berserakan dijalan raya di Bogor.‎


Kedua, menurut Mardani berdasarkan penjelasan Dirjen Dukcapil bahwa itu merupakan e-KTP rusak. Nah ini juga harus dijelaskan serius oleh pemerintah mengenai kebenarannya. "Karena setahu saya alat perekam dan pencetaknya ada di Kelurahan atau kecamatan,” ujarnya.


‎Selain itu, ada e-ktp yang beralamat Sumatera Selatan. Hal itu perlu diaudit bagaimana e-ktp rusak punya Sumsel adanya di Jabar. Bukankah kalau ada kesalahan mestinya dihancurkan di tempat. "Terlenbih untuk apa e-KTP rusak dikumpulkan?” ungkapnya.


Ketiga, dalam situasi yang mendekati pilkada serentak, kasus ini menimbulkan prasangka di kalangan masyarakat. Harus dilakukan investigasi dan audit menyeluruh. "Tentunya ini bukan masalah kecil," katanya.‎


Oleh karena itu, Mardani mendesak Kemendagri untuk segera melakukan penyelidikan fokus di audit dan transparan. Karena seperti diketahui fungsi e-KTP sangat vital jelang pilkada dan pemilu.‎ Karena Jangan sampai ada persepsi buruk dari masyarakat mengenai kasus tercecernya e-KTP ini.


"Jadi jika tidak ada keseriusan menyelesaikan temuan masalah e-ktp ini, jangan salahkan masyarakat akan menilai Kemendagri gagal menangangi bukti tercecernya e-KTP," pungkasnya.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore