
Ilustrasi kasus e-KTP
JawaPpos.com - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Zudan Arief Fakrulloh, angkat bicara terkait tercecernya dua kasus dus berisi e-KTP di Jalan Raya Salabenda Semplak, Kabupaten Bogor. Zudan menegaskan, kasus tersebut sudah ditangani pihak Kepolisan.
"Kasus tercecernya e-KTP sekarang sudah ditangani pihak Kepolisian. Hasil Konferensi Pers tadi pagi di Polres Bogor sudah disampaikan dengan jelas bahwa kejadian tersebut murni kelalaian dan tidak ada perbuatan melawan hukum," ujar Zudan saat konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (28/5).
Lebih lanjut, Zudan menyampaikan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Bogor terhadap 17 orang termasuk Staf Ditjen Dukcapil dan sopir kendaraan, olah TKP, pemeriksaan terhadap objek KTP Pemeriksaan CCTV di lokasi kejadian, disimpulkan bahwa terjadi kelalaian pada saat penempatan kardus berisi e-KTP pada bak mobil.
"Kelalaian terjadi pada ekspedisi saat menempatkan kardus berisi KTP di bak mobil sehingga menyebabkan kardus tersebut jatuh dalam perjalanan. Proses investigasi dari Internal Kemendagri juga sudah berjalan sesuai dengan intruksi Bapak Mendagri," katanya.
Zudan mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap e-KTP yang tercecer tersebut. Sudah diketahui bahwa e-KTP tersebut adalah rusak atau invalid baik dari segi fisik maupun data dari kesalahan penginputan data sebelumnya.
"Semua e-KTP yang jatuh adalah e-KTP rusak baik dari segi fisik maupun datanya. e-KTP tersebut merupakan hasil pencetakan massal dari tahun 2010 sampai awal 2014 dan kiriman e-KTP rusak dari daerah yang minta untuk diganti," ungkapnya.
Di akhir keteranganya, Zudan berpesan kepada pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemendagri untuk membantu menyampaikan klarifikasi resmi tersebut agar masyarakat mendapat penjelasan resmi sesuai yang sebenarnya terjadi.
"Masyarakat diharapkan untuk tidak langsung percaya terhadap pemberitaan yang ada di media sosial. Harus melihat dari sumber resmi dan menunggu sampai proses di kepolisian selesai," tuturnya.
Sementara tercecernya e-KTP yang terjadi di Jalan Raya Salabenda Semplak, Kabupaten Bogor tersebut merupakan kejadian pertama. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil). Di mana setiap e-KTP yang rusak atau invalid akan dipindahkan dari gudang penyimpanan sementara di Pasar Minggu ke gudang Kemendagri di Semplak Bogor menggunakan ekspedisi.
"Gudang Kemendagri di Semplak Bogor merupakan gudang yang berisi arsip-arsip kemendagri, tidak hanya e-KTP. Kedepannya, sesuai dengan saran Bapak Mendagri, setiap e-KTP yang rusak atau invalid akan dimusnahkan agar tidak terulang kembali kasus yang sama," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
