
Harga beras di pasar cenderung stabil.
JawaPos.com - Sepanjang sepuluh hari pertama bulan puasa harga kebutuhan pokok cenderung stabil. Relatif tidak ada ada kenaikan drastis. Bahkan, ada yang mengalami penurunan. Kalaupun ada kenaikan, hanya di kisaran Rp 100-500 per kilogram (kg).
Kenaikan itu disebut para pedagang wajar. Sebab, pada awal Ramadan pasti ada kenaikan. "Permintaan pada awal puasa itu bisa meningkat 20 sampai 30 persen dibanding bulan-bulan biasa," ujar Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri kemarin (27/5).
Salah satu harga yang dapat dikendalikan adalah bawang putih. Pada awal Ramadan harga sempat tinggi Rp 35.000 per kg (harga rata-rata pasar tradisional di Jakarta). "Bahkan, di beberapa pasar ada yang jual Rp 40.000 per kilogram," tambahnya.
Namun, sekitar tujuh hari setelah hari pertama puasa, harga berangsur turun hingga kini ada di kisaran Rp 30.000 sampai Rp 33.000 per kg. Selain itu, harga cabai rawit yang sempat meninggalkan harga normal Rp 30.000-32.000 per kg kini sudah mulai normal kembali.
Hal yang sama terjadi pada komoditas telur. Sebelumnya harga telur ayam dan daging ayam sempat mengalami kenaikan pada awal Mei karena melemahnya rupiah dan kenaikan harga pakan. Telur yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 26.000 pada awal Ramadan kemarin sudah turun menjadi Rp 25.200 per kg.
Terkait harga telur, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko telah memprediksi harga ayam dan telur kembali normal memasuki pertengahan Ramadan karena permintaan (demand) juga mulai menurun. "Harga awal Mei naik karena banyak kasus gagal produksi dan karena harga pakan yang naik akibat dolar yang naik signifikan," ujarnya.
Sementara itu, di komoditas cabai, sejauh ini harga juga terpantau masih berkutat di kisaran Rp 32.000 sampai Rp 35.000. Tak jauh berbeda dengan rata-rata Mei lalu. Soal cabai, pemerintah berupaya memastikan stoknya di pasar tidak sampai langka.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi menyebutkan bahwa dua lokasi sentra cabai di Garut, yaitu Banyuresmi dan Sampireng, mampu menyumbangkan pasokan sekitar 5 ribu ton cabai yang diklaim cukup sampai Juni 2018.
"Kita bisa melihat bahwa persediaan cabai sangat aman, baik cabai keriting maupun cabai rawit merah. Itu tentu bisa menjamin ketersediaan dan pasokan untuk Jabodetabek," ujarnya.
Daripada tahun lalu, kondisi harga tahun ini secara overall relatif lebih kondusif. Misalnya saja, jika membandingkan harga rata-rata beras pada Mei 2017, harga beras ada di kisaran Rp 12.000 per kg. Atau harga bawang putih yang pada Mei tahun lalu sempat melonjak ke angka Rp 40.000-60.000 per kg. Harga dua komoditas tersebut melambung karena pada saat itu aturan HET masih belum optimal diberlakukan.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahya Widayanti menyebutkan bahwa strategi HET merupakan upaya pemerintah untuk meredam pergerakan kebutuhan pokok. "Dengan pengendalian stok dan penerapan HET, harapan kami harga kebutuhan pokok, meskipun ada kenaikan, hanya berkisar pada angka 1 sampai 4 persen," ucapnya.
Menurut Tjahya, permasalahan penetapan harga yang masih tinggi melampaui HET di pasar-pasar tertentu adalah perbedaan stok. Kelangkaan stok membuat pedagang mematok harga yang lebih mahal.
"Karena itu, kami berharap para pelaku usaha distributor barang kebutuhan pokok tidak melakukan penimbunan. Sebab, hal tersebut dapat mengakibatkan kurangnya pasokan ke pasar, yang dapat menaikkan harga," tutur dia.
Pihak pedagang sendiri berharap pemerintah tak lengah dan terus memperketat pengawasannya. Sebab, berdasar siklus tahunan, harga menjelang Lebaran nanti masih berpotensi naik.
"Jadi, yang perlu kita amati bersama itu memang pada saat pertama puasa permintaan tinggi, lalu biasanya pertengahan akan turun, nanti menjelang Lebaran akan tinggi lagi. Lebaran kan siklus tahunan. Jadi, seharusnya pemerintah punya sejumlah strategi supaya tidak ada gejolak harga yang signifikan di pasar," paparnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
