
Pemerintah mengumumkan akan melanjutkan bantuan pangan beras 10 kilogram kepada 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). (Jawapos)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bahwa produksi beras pada tahun 2025 akan naik mencapai 4,15 juta ton. Angka tersebut tercatat naik sebesar 13,54 persen dibandingkan dengan produksi sebelumnya yang tercatat sebesar 34,77 juta ton.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan kenaikan produksi tahun 2025 ini diantaranya didorong oleh peningkatan luas panen yang terjadi di sebagian besar wilayah sentra produksi, terutama pada sub round 1 yaitu di periode Januari hingga April 2025.
"Jadi produksi beras tahun 2025 diperkirakan meningkat 4,15 juta ton dibandingkan tahun 2024," kata Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11).
Meski begitu, ia meminta semua pihak untuk mewaspadai potensi dampak cuaca akibat fenomena La Nina pada sub round 3, yaitu di bulan September hingga Desember 2025. Dengan cuaca tersebut, BPS menilai dapat menyebabkan banjir, kemudian berisiko mengganggu produksi pertanian di akhir tahun.
"Jadi perlu diketahui bahwa adanya potensi gagal panen seperti kekeringan, banjir, serangan hama atau OPT ini akan terpotret nanti pada survei Kerangka Sampel Area (KSA) dan juga Ubinan yang nanti akan mengkoreksi angka potensi luas panen dan juga mengkoreksi angka produksi pada rilis-rilis berikutnya," pungkasnya.
Sebelumnya, sektor pangan tanah air mencatatkan sejarah baru. Sejak bertahun-tahun ke belakang, Indonesia selalu impor beras. Tetapi tahun ini, Indonesia tidak impor beras. Bahkan stok beras sekarang mencapai 4 juta ton.
Kabar baik sekaligus bersejarah itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan. Dia mengatakan di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, urusan pangan langsung tancap gas. Harga jual beras hasil panen petani ditingkatkan jadi Rp 6.500 per Kg. Sehingga meningkatkan semangat petani untuk menanam padi.
“Pangan menyangkut sepertiga penduduk Indonesia. Petani kita, peternak dan nelayan kita. Ini harus dibereskan. Buktinya satu tahun ini, kalau kita dulu impor, kita sudah surplus 4 juta ton," kata Zulkifli dalam peluncuran Gerakan Ekonomi Rakyat melalui Pembentukan Kelompok Usaha Gotong Royong oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Kabupaten Bandung (17/10).
Dia mengatakan yang sudah dilakukan oleh Ansor hari ini, yakni bergerak dalam sektor pangan, sama dengan konsep pemberdayaan Presiden Prabowo. Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengatakan, sektor pangan akan menyelesaikan banyak hal. Dia bahkan menyebut sebentar lagi petani di Indonesia akan maju. "Intinya adalah dalam kepemimpinan pemberdayaan. Seperti yang dilakukan oleh GP Ansor,” katanya.
Di sisi lain, hingga 20 Oktober 2025, Bulog telah menyerap beras dalam negeri sebesar 3,002 juta ton atau sekitar 8,74 persen dari total produksi nasional yang mencapai 34,34 juta ton. Capaian tersebut membuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di titik tertinggi dalam sejarah.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
