Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Mei 2018 | 03.57 WIB

Anggaran Revitalisasi Kota Lama Ditambah Rp 30 Miliar

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono didampingi unsur pejabat daerah saat melakukan kunjungan ke kawasan revitalisasi Kota Lama di Jalan Sayangan, Purwodiningratan, Minggu (27/5). - Image

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono didampingi unsur pejabat daerah saat melakukan kunjungan ke kawasan revitalisasi Kota Lama di Jalan Sayangan, Purwodiningratan, Minggu (27/5).

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan penambahan dana revitalisasi penataan kawasan Kota Lama sebesar Rp 30 miliar. Dana tersebut akan digunakan bagi pembangunan pertamanan di Kota Lama yang diprediksi rampung Desember 2018.


Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan Kota Lama merupakan kawasan heritage, sehingga pihaknya turut memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelangsungannya. Hal itu diutarakannya saat melakukan kunjungan ke kawasan revitalisasi Kota Lama di Jalan Sayangan, Purwodiningratan, Minggu (27/5).


"Di dalamnya terdapat gedung milik pribadi, BUMN, dan perusahaan-perusahaan swasta. Kawasan ini perlu dikembangkan untuk menjadi lebih baik. Diharapkan mengalami peningkatan perekonomian melalui kegiatan wisata di Kota Lama,'' ujar Basuki.


Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menggelontorkan dana revitalisasi penataan kawasan Kota Lama sebanyak Rp 156 miliar. Anggaran diperuntukkan bagi peningkatan jalan dan pedestarian, street furniture, perbaikan saluran drainase, kolam retensi, dan landscape di kawasan ikonik milik Kota Lunpia itu.


Sementara Rp 50 miliar di antaranya untuk ducting atau sistem penanaman kabel listrik dan jaringan lainnya di kawasan itu. Sumber pendanaan pembangunan itu diketahui diambil dari APBN.


Penataan kawasan Kota Lama sendiri dimaksudkan agar orang yang hendak ke Semarang sekaligus dapat berkunjung ke tempat wisata. Sehingga destinasi wisata Jawa Tengah tak melulu Borobudur maupun Karimun Jawa.


''Dana revitalisasi ini untuk penataan kawasan di Kota Lama bukan gedung-gedungnya. Diharapkan nantinya dapat memberi rasa nyaman bagi kegiatan masyarakat seperti CFD, kuliner, dan aktivitas-aktivitas budaya di Kota Lama. Semoga bisa mengubah kawasan Kota Lama jadi salah satu destinasi kunjungan wisata,'' paparnya.


Pengerjaan secara keseluruhan, menurutnya, sampai hari ini masih mencapai 11,37 persen, dengan masa pengerjaan selama 223 hari lagi. Selain itu diperlukan pula penataan utilitas PDAM, kabel PLN, kabel telkom dan jaringan lainnya. Hal itu dilakukan dengan cara sistem penanaman kabel atau ducting.


"Ke depannya kabel-kabel tersebut tidak akan lagi terlihat terpisah-pisah dan tak beraturan. Selain itu, fasilitas di Kota Lama yang selama ini belum ada juga mulai diberi, seperti bangku dan lampu taman,'' tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore