
Eks member JKt48 Jessica Veranda mengaku ingin lebih banyak tampil di film daripada kembali bernyanyi
JawaPos.com – Setahun sudah, Jessica Veranda lulus dari JKT48. Dari kelulusannya hingga kini, Veranda telah melakukan banyak hal untuk menjaga eksistensi di dunia hiburan tanah air. Salah satu capaiannya, ikut bermain di film Partikelir yang disutradarai oleh komika Pandji Pragiwaksono.
Saat ditemui di event Me Time Bareng Jessica Veranda di Neo Soho, Sabtu (26/5), dia mengatakan sudah menemukan pilihan untuk karirnya. Perempuan yang akrab disapa Ve itu memastikan 50 persen pilihan karirnya sudah mantab masuk ke dunia seni peran dan menjadi aktris.
’’Untuk 50 persennya masih ada beberapa pilihan, termasuk menjadi host,’’ ujarnya. Bagaimana dengan menyanyi? Perempuan yang berulang tahun tiap 19 Agustus itu mengaku tak percaya diri. Apalagi, untuk menjadi solois. Dia menyebut peta persaingannya sangat berat.
’’Kalau nyanyi sendiri nggak pede (percaya diri). Penyanyo solo ada Isyana atau Raisa yang suaranya bagus banget. Dibandingin sama mereka, jauh,’’ terangnya. Selain itu, menyanyi dan menari disebutnya sudah dilakukan di JKT48 selama bertahun- tahun. Katanya, itu sudah cukup.
Itulah kenapa, saat mengumumkan lulus dari JKT48 pada 4 Maret 2017, dia mengatakan ingin mencoba berbagai hal baru. Salah satunya, seni peran yang membuatnya terlibat dalam film berjudul Nikah Yuk bareng Yuki Kato dan Marcell Darwin.
Meski makin mantab untuk menjadi aktris, Veranda mengaku tidak mau sembarangan menerima job. Dia tetap selektif dengan jalan cerita yang ditawarkan. Entah untuk FTV atau sinetron, dia mengaku tak ada masalah.
’’Sejujurnya dapat beberapa tawaran, tapi kalau aku lebih lihat ke jalan ceritanya. Kalau nggak sreg kan nggak enak juga,’’ urainya.
Apa usaha Veranda? Lantaran dikenal sebagai perempuan yang kalem, Veranda tidak membuang kesempatan kalau ditantang berperan. Baginya, berpura-pura menjadi orang lain justru lebih mengasyikkan dsbanding menjadi dirinya sendiri. Seperti di film Nikah Yuk, dia berperan sebagai perempuan yang posesif terhadap pasangannya.
’’Aku sebenarnya nggak bisa marah. Tapi kalau akting justru bisa. Bagiku, lebih gampang jadi karakter berbeda daripada berperan seperti Veranda. Nggak seru banget karena aku orangnya diem,’’ akunya.
Disinggung soal materi film atau FTV yang umumnya bercerita soal romansa, Veranda mengaku tak ada masalah. Meski, sebenarnya dia ingin tayangan yang diperaninya punya pesan hidup atau moral. ’’Misalnya, ke cerita yang ada something untuk menjadi pelajaran hidup. Nggak cuma romansa saja karena sudah banyak,’’ ujarnya.
Dia lantas menyebut salah satu tayangan favoritnya, 13 Reason Why. Veranda ingin masalah umum remaja seperti bullying, narkoba, lebih banyak diangkat. Tujuannya jelas, memberikan gambaran betapa bahayanya hal-hal seperti itu. Tidak seperti sekarang, seperti hal tabu yang harus ditutupi.
’’Banyak yang dibully sampai mengakhiri hidup. Di tayangan seperti itu bisa digambarkan gimana sih dampaknya. Ada lesson to learn meski mungkin cenderung terlalu kasar tayangannya kalau di sini,’’ jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
