
Ilustrasi: Industri modest tanah air makin dilirik oleh internasional. Oleh karena itu, harus mengedepankan standar dan halal, serta berbasis syariah.
JawaPos.com - Industri fesyen muslim Indonesia memiliki segudang potensi besar, karena selain berpenduduk mayoritas muslim, tingkat sumber daya manusia yang inovatif juga menjadi faktor utama. Melihat peluang tersebut, salah satu e-commerce modest fashion, Hijup semakin optimis bisa menjadi motor bagi pergerakan industri fesyen muslim di dunia.
Ditemui saat press conference 'Hijup Ramadan Festival', di Hall Kota Kasablanka Jakarta, Sabtu (26/5), CEO Hijup, Diajeng Lestari menuturkan telah melakukan berbagai upaya untuk meraih pasar modest Internasional. Di antaranya, melakukan kolaborasi bersama para pelaku modest fashion tanah air untuk meningkatkan kualitas yang mengacu pada standar fesyen dunia.
"Saat ini, industri modest fashion sudah semakin dilirik. Bahkan, di negara-negara yang minoritas Islam, seperti Amerika. Sekarang, brand-brand kelas dunia juga banyak mengeluarkan baju muslim. Membuktikan bahwa dunia muslim makin friendly, terutama soal busana," ungkap Diajeng.
Melihat persaingan di kancah internasional, menurutnya, brand lokal mampu untuk sejajar dengan label kenamaan dunia. Untuk itu, pihaknya selalu mendorong para desainer untuk memaksimalkan proses produksi yang mengacu pada standar dunia. Seperti, pemilihan benang yang berkualitas hingga style dan warna busana.
Selain standar bahan, hal yang perlu diperhatikan adalah packaging. Menurut Diajeng, penggunaan hang tag dan wash direction perlu disertakan pada setiap busana. Untuk itu, Hijup juga selektif melakukan proses kurasi terhadap busana lokal yang ada.
Kemudian, strategi pemasaran juga perlu dilakukan dengan metode yang tepat. Sejak diluncurkan 7 tahun lalu, e-commerce fashion muslim ini berkomitmen menggunakan aturan ekonomi berbasis syariah. Di antaranya, menerapkan pembayaran tunai atau debit (non-kredit) dan hanya menyediakan produk-produk bersertifikat halal mulai dari pakaian, kerudung, aksesories, dan lainnya.
"Saya harap Hijup dapat menjadi inspirasi lain untuk e-commerce lain untuk menerapkan hal yang sama. Selain kita memperkenalkan trend busana yang ada, hal yang tak kalah penting ada menyertakan ekonomi berbasis syariah karena kita e-commerce muslim," tambahnya.
Perlu diketahui, demand fashion muslim di Indonesia tidak bisa diacuhkan. Mengingat, pasar muslim yang cukup besar. Tak hanya itu, pasar muslim global pun terbilang besar. Sebab, berdasarkan riset World Economic Forum (WEF) perputaran ekonomi muslim telah menyumbang 12 persen GDP dunia. Dari sektor fashion, market share fashion muslim dunia mencapai 24 persen atau setara 1,8 milyar dari populasi global.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
