Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 19.51 WIB

Tampak Peraya Diri Tapi Rapuh: 5 Cara Mengenali Pria dengan Ego dan Mental Lemah di Lima Menit Pertama

tanda kenali pria dengan ego dan mental lemah di lima menit pertama. (Freepik/ freepik) - Image

tanda kenali pria dengan ego dan mental lemah di lima menit pertama. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Banyak pria terlihat percaya diri saat pertama kali bertemu, tetapi psikologi mengungkap ada tanda-tanda halus yang bisa menunjukkan bahwa mereka sebenarnya menyimpan ego besar dan mental yang rapuh.

Dalam lima menit pertama, biasanya bisa terlihat dari cara mereka berbicara, gestur tubuh, hingga reaksi terhadap hal kecil.

Pria dengan ego tinggi namun mental lemah sering kali berusaha mendominasi percakapan, tapi tidak nyaman ketika mendapat sedikit kritik.

Psikologi menekankan bahwa pengenalan cepat ini penting agar kamu bisa lebih waspada dalam menilai karakter seseorang.

Jangan terkecoh oleh tampilan luar, karena lima menit pertama bisa jadi cukup untuk membaca sisi dalam seorang pria.

Dilansir dari geediting.com pada Senin (22/9), bahwa ada lima tanda kenali pria dengan ego dan mental lemah di lima menit pertama.

  1. Mendominasi percakapan dengan pamer pencapaian

Dalam 60 hingga 90 detik pertama pertemuan, perhatikan bagaimana dia merespons perkenalan sederhana yang kamu berikan.

Ketika kamu mencoba memperkenalkan diri atau berbagi sesuatu tentang diri kamu, dia langsung mengalihkan pembicaraan ke dirinya sendiri dengan cara yang mencolok.

Dia akan memotong pembicaraan kamu dan mulai menceritakan prestasi-prestasinya, atau melakukan "topic-shifting" di mana setiap topik yang kamu bawa selalu dihubungkan kembali ke kesuksesannya.

Contohnya, ketika kamu menyebutkan bahwa kamu suka berlari, dia akan langsung menyela dengan berkata bahwa dia pernah menyelesaikan marathon dalam waktu di bawah 3 jam tahun lalu.

Pola ini disebut sebagai narcissistic conversational, yaitu kebiasaan memberikan "shift-response" yang mengalihkan perhatian ke diri sendiri alih-alih memberikan "support-response" yang tetap fokus pada lawan bicara.

Perilaku ini muncul karena dia memiliki kebutuhan mendesak untuk mendapatkan pengakuan dan kekaguman secara cepat ketika harga dirinya terasa goyah.

Cara terbaik merespons adalah dengan memberikan pengakuan singkat seperti "bagus, sepertinya kamu sudah berlatih keras" lalu mengarahkan kembali ke topik bersama dengan bertanya "apa yang membuatmu tertarik dengan lari?"

  1. Bereaksi berlebihan terhadap perbedaan pendapat kecil

Pada menit ke-2 atau ke-3 percakapan, cobalah memberikan pandangan alternatif yang tidak berbahaya atau koreksi ringan untuk melihat reaksinya.

Ketika kamu menyampaikan pendapat berbeda seperti "aku lebih suka restoran yang berbeda" atau memberikan koreksi kecil, dia akan menunjukkan perubahan perilaku yang mencolok.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore