Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 21.40 WIB

Keistimewaan Malam 10 Suro Menurut Primbon Jawa: Jadi Waktu Sakral untuk Membuka Pintu Rezeki dan Kekuatan Batin

Keistimewaan Malam 10 Suro Menurut Primbon Jawa: Jadi Waktu Sakral untuk Membuka Pintu Rezeki dan Kekuatan Batin (kjpargeter/Freepik) - Image

Keistimewaan Malam 10 Suro Menurut Primbon Jawa: Jadi Waktu Sakral untuk Membuka Pintu Rezeki dan Kekuatan Batin (kjpargeter/Freepik)

JawaPos.com - Dalam tradisi spiritual Jawa, tidak semua malam diciptakan sama. Beberapa malam dianggap biasa, namun ada pula yang dipercaya menyimpan kekuatan besar yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang peka secara batin. Salah satu malam paling istimewa itu adalah malam 10 Suro, atau malam ke-10 bulan Muharram dalam penanggalan Hijriah. Malam ini bukan sekadar pergantian hari, melainkan momen di mana langit terbuka, batas dimensi menipis, dan energi semesta mengalir begitu deras ke bumi.

Dalam salah satu video dari kanal YouTube yang aktif membahas weton dan spiritualitas Jawa yakni Ngaos Jawa, malam 10 Suro adalah saat yang sangat tepat untuk melakukan berbagai amalan spiritual. Tidak hanya untuk meningkatkan ketenangan jiwa, tetapi juga untuk membuka pintu rezeki, menjauhkan diri dari energi negatif, dan menarik keberkahan dari dimensi tak kasat mata. 

Salah satu amalan yang paling dianjurkan adalah tirakat. Ini adalah laku prihatin dengan menahan hawa nafsu, menyepi dari dunia luar, dan membersihkan diri baik secara lahir maupun batin. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari puasa mutih, rowot, hingga puasa total. Tirakat ini ibarat kendi yang harus dikosongkan dulu sebelum bisa diisi air suci.

Selain tirakat, amalan lainnya yang sangat disarankan adalah membaca doa Asyura sebanyak 70 kali. Doa ini dipercaya mampu menolak bala, membuka jalan rezeki, serta menjadi tameng dari gangguan energi negatif. Pembacaan dilakukan setelah magrib atau isya, dengan suasana khusyuk, diiringi dupa atau aroma cendana agar lebih tenang. Air putih yang disiapkan bisa ditiup dan diminum setelahnya, bahkan dipercikkan ke sudut rumah sebagai perlindungan.

Amalan ketiga yang tak kalah penting adalah menyalakan lilin atau api di empat penjuru ruangan. Api dalam filosofi Jawa melambangkan cahaya batin yang mengusir kegelapan. Lilin juga menjadi simbol penjaga ruang batin dari intervensi gaib. Selain itu, menyalakan lilin dipercaya sebagai bentuk penghormatan terhadap empat penjaga arah mata angin menurut kepercayaan Kejawen: Sang Hyang Ismaya, Brahma, Mahadewa, dan Wisnu.

Semua laku ini bukan sekadar ritual kosong, tapi sarana penyambung antara manusia dan energi semesta. Melakukan amalan malam 10 Suro dengan hati yang bersih dan niat yang tulus akan membuka pintu rezeki dan membentengi diri dari gangguan tak terlihat. Bagi siapa pun yang ingin memperbaiki nasib, menguatkan batin, dan mendekatkan diri kepada Tuhan, malam 10 Suro adalah waktu yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Jadi, bila Anda merasa hidup ini stagnan, penuh kesialan, atau ingin memperdalam sisi spiritual, lakukanlah amalan ini dengan sungguh-sungguh. Sebab, keberkahan malam 10 Suro bukan hanya turun untuk yang pintar, tapi untuk siapa saja yang niatnya tulus dan hatinya bersih. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore