
Weton-Weton Ini Sering Diremehkan, Tapi Justru Akan Menjadi Kaya dan Sukses (Freepik)
JawaPos.com - Dalam hidup ini, kita seringkali terlalu cepat menilai orang lain hanya dari tampilan luar atau latar belakangnya. Sama halnya dengan bagaimana sebagian orang memandang weton dalam tradisi Jawa.
Ada beberapa weton yang sejak dulu dianggap kurang beruntung, lemah spiritual, bahkan pembawa kesialan. Tapi siapa sangka, justru dari sanalah muncul pribadi-pribadi luar biasa yang perlahan tapi pasti menjemput kesuksesan.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas primbon jawa yakni, Ngaos Jawa, dalam primbon Jawa, weton bukanlah vonis mati atas nasib seseorang. Weton hanya arah angin, bukan garis mutlak kehidupan.
Orang-orang yang lahir dalam weton yang sering diremehkan ini justru dibentuk oleh kerasnya hidup. Karena sering disepelekan, mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan belajar mandiri sejak dini.
Beberapa weton yang disebutkan dalam kitab primbon Jawa dan diamini oleh pengalaman hidup masyarakat di antaranya adalah Selasa Pon, Minggu Pahing, Sabtu Wage, Jumat Legi, Minggu Kliwon, Minggu Legi, Sabtu Pon, dan Rabu Pon. Mereka semua punya satu kesamaan: sempat dianggap biasa saja, namun ternyata menyimpan potensi besar.
Misalnya, pemilik weton Selasa Pon yang dikenal tenang dan pekerja keras. Mereka bukan tipe yang suka pamer, tapi pelan-pelan membangun jalan suksesnya sendiri. Atau Minggu Pahing yang tampak pendiam, namun memiliki intuisi kuat dan sering mendapat keberuntungan besar di usia matang.
Begitu pula dengan Sabtu Wage, yang kerap dianggap tertutup, ternyata sosok pemikir hebat dan cocok menjadi pemimpin di balik layar. Jumat Legi pun demikian, meski tampak plin-plan, mereka punya bakat besar di bidang kreatif, dan saat menemukan jalannya, mereka bisa melesat jauh meninggalkan yang lain.
Tak ketinggalan, weton Minggu Kliwon dan Minggu Legi yang tenang dan sabar. Mereka merangkak perlahan, namun konsisten hingga akhirnya memetik hasil besar. Sementara Sabtu Pon dan Rabu Pon menunjukkan bahwa sikap tegas dan ketekunan bisa membawa mereka ke posisi terhormat dan sejahtera.
Penutupnya, jangan pernah menilai seseorang hanya dari wetonnya. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perjalanan uniknya sendiri. Bahkan mereka yang tampak lemah hari ini bisa jadi adalah pahlawan besar di masa depan. Jika Anda termasuk dalam salah satu weton tersebut, jangan berkecil hati. Justru bersyukurlah, karena Anda sedang dibentuk menjadi pribadi kuat yang siap menjemput keberhasilan besar. Teruslah berjuang, karena Allah tidak akan pernah menutup langit rezeki bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Rahayu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
