Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 19.56 WIB

Jika Kamu Lebih Suka Chatting daripada Telepon, Psikologi Menyebut Kamu Memiliki 5 Ciri Kepribadian Langka Ini

Ilustrasi seseorang yang lebih suka chatting daripada telepon. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang lebih suka chatting daripada telepon. (Freepik)

JawaPos.com - Ponsel berdering, tetapi reaksi pertama bukan untuk mengangkatnya, melainkan membalas dengan pesan singkat seperti, “Ada apa ya?” Jika ini terasa akrab, ternyata hal tersebut bukan sesuatu yang aneh.

Sebuah studi di Inggris menemukan bahwa hampir 70 persen orang berusia 18 hingga 34 tahun lebih memilih menyampaikan pesan melalui teks dibanding suara. Bahkan, satu dari empat orang mengaku hampir tidak pernah menjawab panggilan telepon.

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan sosial modern, tetapi juga mencerminkan karakter psikologis tertentu. Penelitian dalam bidang psikologi media dan ilmu kepribadian menunjukkan bahwa mereka yang konsisten memilih teks daripada suara memiliki pola pikir yang unik.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (30/5), berikut ini lima ciri kepribadian langka yang sering ditemui pada orang yang lebih nyaman berkomunikasi lewat pesan dibandingkan panggilan langsung.

1. Menjunjung Tinggi Otonomi dan Kendali Pribadi

Chatting memungkinkan seseorang untuk membaca dan merespons sesuai waktu yang diinginkan, tanpa tekanan langsung dari lawan bicara.

Dalam beberapa studi pada mahasiswa, mereka yang menunjukkan tingkat kemandirian dan rasa kendali tinggi cenderung lebih memilih media komunikasi non-verbal seperti pesan teks, email, atau pesan instan.

Bagi individu seperti ini, panggilan telepon terasa seperti gangguan yang memotong alur kegiatan. Sebaliknya, pesan memberikan ruang untuk mengatur tempo, merangkai kata dengan tenang, serta menjaga jarak emosional saat dibutuhkan.

2. Pemroses Informasi yang Mendalam dan Butuh Waktu

Mereka yang memilih teks umumnya dikenal sebagai komunikator yang reflektif. Mereka cenderung lebih senyap di situasi sosial langsung, tetapi mampu menyampaikan pesan dengan lebih dalam dan tertata saat diberi waktu.

Penelitian linguistik terhadap ribuan percakapan via SMS menemukan bahwa pengguna aktif pesan teks menggunakan struktur kalimat dan kosakata yang lebih kompleks dibandingkan saat berbicara langsung.

Kecenderungan untuk berpikir mendalam ini berhubungan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Mereka lebih suka merumuskan kalimat secara cermat untuk menghindari kesalahan ucap, bahkan memiliki kemampuan mengingat detail lebih baik setelahnya.

3. Peka terhadap Beban Sosial dan Kecemasan Komunikasi Langsung

Ketakutan terhadap telepon, atau yang kini dikenal dengan istilah telephonophobia, telah diidentifikasi sebagai bentuk kecemasan sosial tertentu yang nyata dan umum terjadi.

Penelitian pencitraan otak menunjukkan bahwa pada individu dengan kecemasan sosial, bagian otak yang mengatur respons ancaman aktif bahkan sebelum panggilan tersambung—reaksi yang tidak terjadi saat menerima pesan teks.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore