Ilustrasi weton paling sakti dan kebal santet menurut primbon jawa (freepik)
JawaPos.com - Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, setiap weton atau kombinasi hari dan pasaran kelahiran diyakini menyimpan energi spiritual tertentu. Ada weton yang dianggap membawa rezeki dan keberuntungan, namun ada pula yang dipercaya memiliki perlindungan gaib yang sangat kuat bahkan kebal terhadap energi negatif dan santet.
Keyakinan ini sudah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun, diwariskan melalui primbon Jawa yang memuat berbagai perhitungan mistik dan filosofi kehidupan. Bagi sebagian orang, memahami weton bukan sekadar mitos, tetapi cara menjaga keseimbangan antara raga dan batin.
Dikutip dari YouTube Alun Firmansyah, Jumat (10/10), berikut deretan weton yang dipercaya memiliki kekebalan alami terhadap santet, teluh, dan energi jahat menurut primbon Jawa.
Weton ini disebut memiliki gabungan energi duniawi dan spiritual yang sangat kuat. Pemilik Sabtu Kliwon dipercaya punya “pagar gaib alami” yang membuat santet sering berbalik ke pengirimnya. Dalam primbon, energi Sabtu Kliwon berada di antara unsur bumi dan langit — menjadikannya simbol keseimbangan dan perlindungan.
Jumat Kliwon sering dianggap sebagai weton paling sakral dan misterius. Orang yang lahir di hari ini dikatakan memiliki aura spiritual tinggi serta kemampuan menolak energi negatif tanpa perlu melakukan ritual khusus. Energi ini berasal dari gabungan hari Jumat yang penuh berkah dan pasaran Kliwon yang bermuatan mistik kuat. Tak heran, pemilik Jumat Kliwon sering disebut memiliki “tameng spiritual” yang membuat mereka sulit disentuh ilmu hitam.
Rabu Kliwon dikenal sebagai weton penyerap energi negatif. Dalam primbon dijelaskan bahwa energi spiritual mereka mampu menetralkan kekuatan jahat di sekitarnya. Orang dengan weton ini biasanya tenang, berjiwa besar, dan tidak mudah diganggu secara batin — bahkan tanpa disadari, mereka bisa menjadi pelindung bagi orang di sekitarnya.
Pemilik Kamis Kliwon memiliki wibawa tinggi dan kekuatan spiritual alami yang sering disebut sebagai “pagar gaib leluhur”. Energi mereka sulit ditembus karena keseimbangan unsur air dan angin dalam diri, menjadikan weton ini disegani oleh makhluk halus maupun manusia.
Orang yang lahir pada Selasa Kliwon dipercaya memiliki keheningan batin dan kekuatan doa yang luar biasa. Dalam kepercayaan Jawa, ketenangan mereka menciptakan dinding spiritual yang tidak bisa ditembus santet. Mereka juga dikenal sebagai pribadi yang sulit digoyahkan oleh emosi negatif dari orang lain.
Rabu Pahing disebut-sebut sebagai weton dengan keseimbangan spiritual paling stabil. Mereka memiliki daya serap energi yang tinggi, tetapi mampu menyalurkannya dengan tenang. Karena keseimbangannya inilah, Rabu Pahing sering dianggap “tak tersentuh” oleh serangan energi buruk atau ilmu hitam.
Jumat Pon dipercaya membawa keberkahan spiritual tinggi. Pemilik weton ini disebut lahir di bawah naungan doa yang kuat dan memiliki hubungan dekat dengan energi langit. Mereka cenderung selamat dari marabahaya, dan santet yang diarahkan pada mereka sering kali lenyap dengan sendirinya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
