
Menjadi orang yang menyenangkan dapat dibangun melalui humor, empati, serta interaksi sosial yang tulus
JawaPos.com – Dalam kehidupan sosial, menjadi pribadi yang menyenangkan adalah dambaan banyak orang. Tidak hanya membuat hubungan lebih harmonis, sikap ini juga membuka kesempatan baru, baik dalam pertemanan, karier, maupun kehidupan pribadi. Lantas, bagaimana cara seseorang bisa menjadi sosok yang menyenangkan bagi lingkungannya?
Apa Itu “Menyenangkan”?
Menurut Psychology Today (2018), orang yang menyenangkan biasanya identik dengan pribadi yang hangat, humoris, dan mampu membuat orang lain merasa nyaman. Mereka tidak harus selalu populer atau tampil mencolok, tetapi lebih pada kehadiran yang membawa energi positif.
Sebuah penelitian dari Scientific Research Publishing (2009) menunjukkan bahwa daya tarik sosial berkaitan erat dengan empati, keterampilan komunikasi, serta kemampuan mendengarkan orang lain. Dengan kata lain, orang menyenangkan adalah mereka yang bisa menghargai lawan bicara dan menciptakan suasana interaksi yang seimbang.
Mengapa Penting Menjadi Orang yang Menyenangkan?
Dalam dunia kerja maupun pertemanan, orang yang menyenangkan cenderung lebih mudah diterima. Verywell Mind (2023) mencatat bahwa individu dengan kepribadian ramah dan menarik sering mendapat peluang lebih besar dalam jejaring sosial maupun profesional. Selain itu, mereka juga memiliki kesehatan mental yang lebih baik karena mampu menjaga relasi positif.
Menariknya, World Economic Forum (2017) melaporkan bahwa orang dengan selera humor tinggi sering dikaitkan dengan kecerdasan yang lebih baik. Hal ini membuat mereka lebih disukai dan dianggap menyenangkan, karena mampu mencairkan suasana dalam berbagai situasi.
Bagaimana Cara Menjadi Orang yang Menyenangkan?
Para pakar memberikan sejumlah strategi agar seseorang lebih mudah diterima dalam lingkungan sosial:
Kembangkan Humor Sehat. Menurut Positive Psychology (2020), humor bukan sekadar lelucon, tetapi cara untuk membangun kedekatan emosional. Humor yang ringan dan tidak menyinggung justru membuat interaksi terasa hangat.
Tunjukkan Empati. Orang yang menyenangkan mampu memahami perasaan orang lain. Mendengarkan dengan tulus tanpa menghakimi akan menumbuhkan rasa nyaman dalam pergaulan.
Jadilah Pendengar Aktif. Tidak hanya berbicara, tetapi juga memberi ruang bagi orang lain untuk bercerita. Hal ini membuat interaksi lebih seimbang dan lawan bicara merasa dihargai.
Hindari Drama yang Tidak Perlu. Penelitian sosial menegaskan bahwa individu yang mampu menjaga ketenangan dalam konflik lebih disukai daripada mereka yang mudah terbawa emosi.
Tetap Otentik. Menurut Verywell Mind, berusaha menjadi orang lain justru membuat seseorang terlihat tidak tulus. Keaslian diri adalah kunci agar bisa benar-benar diterima.
Selain itu, faktor lain yang tak kalah penting adalah kemampuan menjaga energi positif dalam interaksi sosial. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mampu menularkan optimisme lebih disukai dibandingkan mereka yang sering mengeluh. Konsep ini dikenal dengan emotional contagion, yakni emosi dapat “menular” dari satu individu ke individu lain.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
