
Temukan apakah weton Anda termasuk yang ditakdirkan menikmati ketenangan lahir batin dan rezeki yang deras di masa senja dalam artikel ini. (freepik)
JawaPos.com-Bayangkan saat usia tak lagi muda, rambut memutih, tenaga melemah, namun senyuman justru makin lebar karena hati damai dan rezeki tak pernah berhenti mengalir. Rumah Anda terasa adem. Anak-cucu datang silih berganti membawa keceriaan. Anda tak perlu sibuk memikirkan uang, karena cukup bahkan berlebih untuk berbagi.
Kehidupan seperti ini bukan sekadar mimpi. Dalam ajaran dan warisan leluhur Jawa yang tertuang dalam Primbon, disebutkan bahwa ada lima weton yang memang ditakdirkan menikmati kemakmuran dan keberkahan luar biasa di masa senja. Rezeki datang dari berbagai arah. Kebahagiaan bukan hanya dari materi, tapi juga dari ketenangan batin dan hubungan yang harmonis dengan sesama.
Dilansir dari kanal Ngaos Jawa, apakah Anda termasuk salah satunya?
Dalam budaya Jawa, weton adalah kombinasi antara hari lahir (misalnya Senin, Selasa, Rabu) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) yang dipercaya memiliki pengaruh besar terhadap karakter, nasib, rezeki, hingga jodoh seseorang. Primbon Jawa menyimpan banyak ajaran spiritual dan filosofis tentang bagaimana hari kelahiran bisa mencerminkan garis kehidupan seseorang.
Setiap weton membawa watak, kecenderungan spiritual, dan potensi kehidupan yang unik. Beberapa weton bahkan dipercaya mengalami masa keemasan ketika usia memasuki fase senja—yakni ketika umur 48 tahun ke atas. Di masa itu, benih-benih kebaikan, kerja keras, dan ketekunan selama muda akan mulai dituai.
Dalam tulisan ini, kita akan mengulas lima weton istimewa yang menurut Primbon Jawa, akan mengalami kehidupan paling sejahtera dan berkah di masa tua. Kita awali dari yang pertama:
Weton Senin Wage terbentuk dari gabungan hari Senin (neptu 4) dan pasaran Wage (neptu 4), sehingga total neptunya adalah 8. Neptu ini tergolong rendah dalam hitungan Jawa, namun jangan salah. Dalam falsafah Jawa, neptu kecil tidak berarti lemah. Justru ia menyimpan potensi besar yang tersembunyi, ibarat benih kecil yang kelak bisa tumbuh menjadi pohon besar.
Orang yang lahir pada weton Senin Wage dikenal memiliki karakter sabar, tenang, dan sangat peduli pada sesama. Mereka senang menolong tanpa pamrih dan tidak pernah menghitung-hitungan dalam berbuat baik. Itulah sebabnya mereka sering dikelilingi oleh orang-orang baik dan penuh aura positif dalam hidupnya.
Salah satu kelebihan terbesar dari weton ini adalah kebijaksanaan dalam mengelola keuangan. Mereka sangat hemat, tidak boros, dan selalu berpikir jangka panjang. Meskipun penghasilan mereka di masa muda tidak besar, mereka tetap bisa menabung dan merancang masa depan dengan bijak. Saat orang lain terjebak utang atau gaya hidup mewah yang berlebihan, weton Senin Wage justru membangun pondasi keuangan secara perlahan tapi pasti.
Secara spiritual, weton ini berada di bawah pengaruh "laku ning kening", yang berarti memiliki kekuatan batin berupa tekad kuat dan kemauan keras. Mereka terlihat pendiam, namun semangatnya menyala di dalam. Sekali punya tujuan, mereka akan terus berusaha hingga berhasil.
Simbol lainnya adalah "tunggak semi", yang menggambarkan pertumbuhan dan harapan. Meski awalnya terlihat sulit, kehidupan mereka akan mengalami pertumbuhan signifikan di masa depan. Apa yang semula gersang, bisa menjadi ladang subur yang penuh rezeki.
Primbon Jawa menyebutkan bahwa titik balik kehidupan Senin Wage terjadi saat memasuki usia 48 tahun ke atas. Di sinilah buah dari kesabaran, ketekunan, dan sikap tidak menyerah mulai terasa hasilnya. Mereka mulai menikmati kehidupan yang stabil, rezeki yang deras, serta kedamaian batin yang tidak tergantikan.
Kehidupan di masa tua bukan lagi perjuangan, melainkan panen dari apa yang telah mereka tabur selama ini. Bahkan, tak jarang mereka justru mencapai puncak karier atau usaha di saat orang lain mulai pensiun.
Karena sifatnya yang sederhana dan bijaksana, orang-orang dengan weton ini biasanya dihormati di lingkungan sosialnya. Mereka tidak haus pujian, namun justru dihargai karena ketenangan dan kedalaman jiwanya. Anak-cucu sering mencari nasihat dari mereka, dan banyak yang merasa nyaman berada di dekatnya.
Mereka adalah simbol orang tua yang bijaksana, penuh kasih, dan mampu menjadi panutan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
