Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Agustus 2025 | 15.38 WIB

5 Weton Kelahiran Menurut Primbon Jawa yang Diramalkan Hidup Makmur dan Damai di Usia Senja

Temukan apakah weton Anda termasuk yang ditakdirkan menikmati ketenangan lahir batin dan rezeki yang deras di masa senja dalam artikel ini. (freepik) - Image

Temukan apakah weton Anda termasuk yang ditakdirkan menikmati ketenangan lahir batin dan rezeki yang deras di masa senja dalam artikel ini. (freepik)

JawaPos.com-Bayangkan saat usia tak lagi muda, rambut memutih, tenaga melemah, namun senyuman justru makin lebar karena hati damai dan rezeki tak pernah berhenti mengalir. Rumah Anda terasa adem. Anak-cucu datang silih berganti membawa keceriaan. Anda tak perlu sibuk memikirkan uang, karena cukup bahkan berlebih untuk berbagi.

Kehidupan seperti ini bukan sekadar mimpi. Dalam ajaran dan warisan leluhur Jawa yang tertuang dalam Primbon, disebutkan bahwa ada lima weton yang memang ditakdirkan menikmati kemakmuran dan keberkahan luar biasa di masa senja. Rezeki datang dari berbagai arah. Kebahagiaan bukan hanya dari materi, tapi juga dari ketenangan batin dan hubungan yang harmonis dengan sesama.

Dilansir dari kanal Ngaos Jawa, apakah Anda termasuk salah satunya?

Dalam budaya Jawa, weton adalah kombinasi antara hari lahir (misalnya Senin, Selasa, Rabu) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) yang dipercaya memiliki pengaruh besar terhadap karakter, nasib, rezeki, hingga jodoh seseorang. Primbon Jawa menyimpan banyak ajaran spiritual dan filosofis tentang bagaimana hari kelahiran bisa mencerminkan garis kehidupan seseorang.

Setiap weton membawa watak, kecenderungan spiritual, dan potensi kehidupan yang unik. Beberapa weton bahkan dipercaya mengalami masa keemasan ketika usia memasuki fase senja—yakni ketika umur 48 tahun ke atas. Di masa itu, benih-benih kebaikan, kerja keras, dan ketekunan selama muda akan mulai dituai.

Dalam tulisan ini, kita akan mengulas lima weton istimewa yang menurut Primbon Jawa, akan mengalami kehidupan paling sejahtera dan berkah di masa tua. Kita awali dari yang pertama:

1. Weton Senin Wage: Sederhana di Awal, Sejahtera di Akhir

Jumlah Neptu Rendah, Tapi Penuh Makna

Weton Senin Wage terbentuk dari gabungan hari Senin (neptu 4) dan pasaran Wage (neptu 4), sehingga total neptunya adalah 8. Neptu ini tergolong rendah dalam hitungan Jawa, namun jangan salah. Dalam falsafah Jawa, neptu kecil tidak berarti lemah. Justru ia menyimpan potensi besar yang tersembunyi, ibarat benih kecil yang kelak bisa tumbuh menjadi pohon besar.

Sifat Dasar: Halus, Sabar, dan Ikhlas

Orang yang lahir pada weton Senin Wage dikenal memiliki karakter sabar, tenang, dan sangat peduli pada sesama. Mereka senang menolong tanpa pamrih dan tidak pernah menghitung-hitungan dalam berbuat baik. Itulah sebabnya mereka sering dikelilingi oleh orang-orang baik dan penuh aura positif dalam hidupnya.

Keahlian Mengatur Keuangan: Kunci Kesejahteraan

Salah satu kelebihan terbesar dari weton ini adalah kebijaksanaan dalam mengelola keuangan. Mereka sangat hemat, tidak boros, dan selalu berpikir jangka panjang. Meskipun penghasilan mereka di masa muda tidak besar, mereka tetap bisa menabung dan merancang masa depan dengan bijak. Saat orang lain terjebak utang atau gaya hidup mewah yang berlebihan, weton Senin Wage justru membangun pondasi keuangan secara perlahan tapi pasti.

Pengaruh Spiritual: Laku Ning Kening dan Tunggak Semi

Secara spiritual, weton ini berada di bawah pengaruh "laku ning kening", yang berarti memiliki kekuatan batin berupa tekad kuat dan kemauan keras. Mereka terlihat pendiam, namun semangatnya menyala di dalam. Sekali punya tujuan, mereka akan terus berusaha hingga berhasil.

Simbol lainnya adalah "tunggak semi", yang menggambarkan pertumbuhan dan harapan. Meski awalnya terlihat sulit, kehidupan mereka akan mengalami pertumbuhan signifikan di masa depan. Apa yang semula gersang, bisa menjadi ladang subur yang penuh rezeki.

Usia Emas: 48 Tahun ke Atas

Primbon Jawa menyebutkan bahwa titik balik kehidupan Senin Wage terjadi saat memasuki usia 48 tahun ke atas. Di sinilah buah dari kesabaran, ketekunan, dan sikap tidak menyerah mulai terasa hasilnya. Mereka mulai menikmati kehidupan yang stabil, rezeki yang deras, serta kedamaian batin yang tidak tergantikan.

Kehidupan di masa tua bukan lagi perjuangan, melainkan panen dari apa yang telah mereka tabur selama ini. Bahkan, tak jarang mereka justru mencapai puncak karier atau usaha di saat orang lain mulai pensiun.

Kehormatan dan Kebijaksanaan di Masa Tua

Karena sifatnya yang sederhana dan bijaksana, orang-orang dengan weton ini biasanya dihormati di lingkungan sosialnya. Mereka tidak haus pujian, namun justru dihargai karena ketenangan dan kedalaman jiwanya. Anak-cucu sering mencari nasihat dari mereka, dan banyak yang merasa nyaman berada di dekatnya.

Mereka adalah simbol orang tua yang bijaksana, penuh kasih, dan mampu menjadi panutan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore