Hati-Hati! Ini Pantangan Weton Sabtu Legi, Menurut Primbon Jawa, Jangan Sampai Jadi Sumber Apes (Freepik)
JawaPos.com - Dalam budaya Jawa, weton tidak hanya dianggap sebagai tanggal lahir semata, tapi juga sebagai "peta" kehidupan.
Mulai dari jodoh, rezeki, hingga watak dan tantangan dalam hidup bisa dirunut dari hitungan weton. Salah satu weton yang cukup unik dan penuh pelajaran hidup adalah Sabtu Legi.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas primbon dan spiritualitas Jawa, yakni Sabdaning Ratu, di balik kekuatannya, ternyata weton ini juga memiliki pantangan-pantangan khusus yang wajib diperhatikan agar tidak jadi bumerang bagi pemiliknya.
Pantangan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai rambu-rambu agar kita bisa hidup lebih bijak dan tidak menabrak takdir yang sudah digariskan dalam primbon.
Karena itu, memahami larangan atau pantangan bagi pemilik weton Sabtu Legi bukan sekadar mempercayai tradisi, tapi juga bisa menjadi jalan untuk lebih mengenali diri sendiri dan menghindari hal-hal yang bisa menghambat rezeki atau membuat hidup jadi lebih berat.
1. Tidak Boleh Marah Berlebihan, Harus Bisa Mengontro Emosi: Salah satu pantangan utama bagi weton Sabtu Legi adalah jangan mudah marah. Emosi yang meledak-ledak bisa jadi pemicu utama datangnya sial atau kemalangan dalam hidup mereka. Sebab secara garis nasib, weton ini termasuk yang rentan terkena cobaan kesehatan atau disebut "tibo loro". Maka, jika emosi tak terkendali, beban hidup bisa bertambah berat, dan sakit pun mudah datang.
Selain itu, pemilik Sabtu Legi juga tidak dianjurkan untuk berkata kasar atau memaki orang lain. Ucapan yang negatif bisa menjadi sumber pengaruh buruk yang berbalik kepada diri sendiri. Ingat, dalam primbon, setiap kata punya energi. Jika dikeluarkan dengan sembarangan, bisa berdampak panjang.
2. Tidak Boleh Melalaikan Kesehatan: Pantangan lainnya adalah lalai menjaga kesehatan. Karena weton Sabtu Legi memang sudah membawa beban fisik yang berat, mereka harus ekstra waspada dengan pola hidup. Makan teratur, istirahat cukup, dan rutin cek kesehatan jadi kunci utama untuk menjaga hidup tetap seimbang.
3. Tidak Boleh Rendah Diri: Dan satu lagi yang sering terabaikan, tapi justru penting adalah tidak boleh rendah diri. Orang dengan weton Sabtu Legi cenderung mudah dijatuhkan harga dirinya oleh lingkungan. Jika mereka sendiri tidak punya kepercayaan diri, maka akan lebih mudah diinjak-injak secara sosial. Maka dari itu, penting untuk selalu menumbuhkan rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri, apa pun kondisinya.
Pantangan-pantangan ini bukan untuk membuat hidup terasa menakutkan, tapi justru sebagai bekal agar para pemilik weton Sabtu Legi bisa menjalani hidup dengan lebih tenang, penuh kesadaran, dan menjauh dari kesialan. Mengingat weton bukan berarti percaya buta, tapi belajar dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur.
Jadi, kalau kamu atau orang terdekatmu memiliki weton Sabtu Legi, yuk mulai perhatikan hal-hal kecil seperti cara bicara, cara mengatur emosi, dan bagaimana menjaga kesehatan. Karena justru dari hal-hal kecil inilah, jalan rezeki bisa terbuka atau sebaliknya, tertutup.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
