Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 04.47 WIB

Hati-Hati! Ini Deretan Weton yang Kurang Cocok dengan Minggu Pon Menurut Primbon Jawa

Hati-Hati! Ini Deretan Weton yang Kurang Cocok dengan Minggu Pon Menurut Primbon Jawa (Denys Golub/Vecteezy)

JawaPos.com - Dalam budaya Jawa, banyak hal yang diyakini tak sekadar terjadi secara kebetulan, termasuk pertemuan antara dua insan yang hendak bersatu dalam ikatan pernikahan.

Salah satu petunjuk yang sering digunakan untuk menakar kecocokan jodoh adalah weton kelahiran.

Meskipun tak semua orang percaya sepenuhnya, banyak yang merasa bahwa petungan Jawa ini bisa memberi panduan yang berharga sebelum melangkah lebih jauh.

Bagi kamu yang lahir di weton Minggu Pon, penting untuk tahu bahwa ada beberapa weton yang dinilai kurang cocok untuk dijadikan pasangan, terutama jika dilihat dari hitungan primbon. Salah satu contoh yang cukup sering disebut dalam tradisi Jawa adalah Minggu Pahing.

Berdasarkan penjelasan dari salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas weton yakni Sabdaning Ratu, dalam perhitungan neptu, Minggu Pon memiliki nilai 12, sedangkan Minggu Pahing bernilai 14.

Jika digabungkan, hasilnya adalah 26, yang dalam petungan Jawa tergolong sebagai angka yang berat. Kombinasi ini disebut sebagai “tibo ciloko” atau penuh cobaan.

Salah satu tantangan besar dari pasangan ini adalah kesulitan dalam mencari rezeki, yang jika tidak dikelola dengan bijak, bisa berujung pada stres rumah tangga dan ketegangan dalam hubungan.

Selain masalah finansial, karakter keduanya juga cenderung saling bertolak belakang. Minggu Pon dikenal sebagai pribadi yang peka, cenderung cemburuan dan overthinking, sementara Minggu Pahing cenderung keras kepala, ego tinggi, dan enggan mengalah.

Kalau tidak ada pengertian dan pengendalian diri dari kedua belah pihak, konflik bisa mudah tersulut, bahkan dari hal-hal yang sepele. Dan dalam jangka panjang, ini bisa menjadi penyebab hubungan yang retak atau sulit dipertahankan.

Secara garis nasib, Minggu Pahing juga tergolong cukup berat karena disebut "tibo loro", yang berarti membawa cobaan dalam bentuk kesehatan atau penyakit.

Hal ini, jika dikombinasikan dengan karakter Minggu Pon yang sensitif, bisa memicu kekhawatiran berlebihan dan tekanan batin dalam rumah tangga.

Tentu saja, semua ini bukan berarti hubungan antara Minggu Pon dan Minggu Pahing pasti gagal. Namun jika kamu berada dalam hubungan seperti ini, penting untuk lebih waspada dan bijak.

Jangan langsung percaya sepenuhnya pada hitungan weton, tapi gunakanlah sebagai bahan introspeksi dan panduan dalam menjalani hubungan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore