
Weton-Weton Ini Kurang Cocok Berjodoh Dengan Rabu Pon, Hitungan Wetonnya yang Tidak Cocok Menurut Primbon Jawa (Freepik)
JawaPos.com - Bagi sebagian masyarakat Jawa, hitungan weton dalam menentukan jodoh masih menjadi pedoman penting yang dijunjung tinggi.
Tidak hanya untuk memilih pasangan hidup, tetapi juga untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa berdampak pada keharmonisan rumah tangga di masa depan.
Kali ini kita akan membahas weton yang kurang cocok atau bahkan berbahaya jika dipasangkan dengan seseorang yang lahir pada weton Rabu Pon.
Weton Rabu Pon dan Karakter Umumnya
Berdasarkan penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube yang aktif membahas weton yakni Sabdaning Ratu, Rabu Pon memiliki jumlah neptu 14. Orang yang lahir pada weton ini cenderung hemat, serius, kuat menghadapi masalah, namun juga sering memendam beban pikiran sendiri.
Dalam konteks jodoh, pasangan yang bisa menyeimbangkan karakter ini akan membuat hubungan menjadi stabil. Tapi, bagaimana jika ketemu pasangan yang hitungannya justru berat?
Weton yang Perlu Dihindari: Rabu Kliwon
Salah satu contoh kombinasi yang kurang baik menurut Primbon Jawa adalah Rabu Pon ketemu Rabu Kliwon. Rabu Kliwon memiliki neptu 15, dan jika digabung dengan Rabu Pon, total neptunya adalah 29. Sekilas, angka ganjil ini mungkin dianggap tidak terlalu buruk, tapi dalam Primbon, angka 29 tergolong berat karena termasuk dalam kategori “Pisang Punggel.”
Apa itu Pisang Punggel? Ini adalah simbol cobaan rumah tangga yang sangat berat, terutama jika pasangan ini hanya memiliki satu anak. Percaya atau tidak, dalam kepercayaan Jawa, jika pasangan yang memiliki hitungan pisang punggel hanya punya satu anak, dikhawatirkan akan terjadi kehilangan salah satu orang tua. Oleh karena itu, disarankan agar memiliki lebih dari satu anak jika pasangan tetap memutuskan untuk menikah.
Garis Nasib dan Rezeki yang Bertolak Belakang
Selain dari sisi jodoh, kombinasi Rabu Pon dan Rabu Kliwon juga memiliki garis nasib yang cukup berat. Rabu Pon seringkali diuji dari sisi pikiran, sementara Rabu Kliwon memiliki kecenderungan mengalami kegagalan dalam rumah tangga atau “tibo pati.” Ditambah lagi, secara keuangan pun tidak seimbang: Rabu Pon terkenal hemat dan pandai menyimpan rezeki, sedangkan Rabu Kliwon dikenal boros dan terlalu royal. Jika tidak bisa saling mengimbangi, hubungan ini bisa penuh konflik terutama dalam pengelolaan ekonomi.
Perlu digarisbawahi bahwa hitungan jodoh dalam Primbon Jawa bukanlah vonis, melainkan peringatan dan petunjuk agar kita lebih waspada. Jika kamu dan pasanganmu memiliki kombinasi weton yang dianggap berat seperti Rabu Pon dan Rabu Kliwon, bukan berarti kalian pasti gagal. Tapi memang perlu usaha ekstra dalam menjaga komunikasi, keuangan, dan stabilitas emosi.
Dalam budaya Jawa, segala sesuatu bisa diupayakan untuk menjadi lebih baik. Termasuk melalui ruwatan, sedekah weton, dan niat tulus membangun keluarga yang harmonis. Maka dari itu, jadikan hitungan ini sebagai bahan introspeksi, bukan penghalang cinta. Karena pada akhirnya, jodoh yang baik datang dari kerja sama, saling menerima, dan saling memperbaiki diri.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
