Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 22.52 WIB

Perempuan yang Menyukai dan Merasa Ingin “Menyelamatkan” Pria Bermasalah Biasanya Menunjukkan 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang merasa ingin menyelamatkan pria bermasalah (Freepik/shurkin_son) - Image

seseorang yang merasa ingin menyelamatkan pria bermasalah (Freepik/shurkin_son)


JawaPos.com - Dalam dinamika hubungan, ada sebuah pola psikologis yang sering muncul namun jarang dibahas secara terbuka: kecenderungan beberapa perempuan untuk tertarik pada pria yang "bermasalah"—entah itu secara emosional, perilaku, atau kehidupan pribadi—dan merasa bertanggung jawab untuk "menyelamatkan" atau memperbaiki mereka. 
 
Fenomena ini bukan sekadar pilihan romantis yang naif, tetapi sering kali berakar pada kepribadian dan dinamika psikologis tertentu.

Psikologi mengungkap bahwa perempuan yang memiliki dorongan kuat untuk menjadi penyelamat dalam hubungan biasanya menunjukkan pola kepribadian yang kompleks dan terbentuk dari berbagai pengalaman hidup, termasuk pola asuh, pengalaman trauma, atau kebutuhan psikologis tertentu. 
 
Dilansir dari Geediting pada Jumat (30/5), terdapat 7 kepribadian yang sering muncul pada perempuan yang memiliki kecenderungan ini:

1. Empati Berlebihan (Hyper-Empathy)

Perempuan dengan empati yang sangat tinggi cenderung bisa merasakan penderitaan orang lain seolah-olah itu adalah penderitaan mereka sendiri. 
 
Ketika mereka bertemu dengan pria yang terluka secara emosional, kesepian, atau sedang menghadapi masa sulit, mereka merasa terdorong untuk membantu dan menyembuhkan.
 
Meskipun empati adalah kualitas positif, ketika tidak disertai batas yang sehat, bisa membuat seseorang terjebak dalam hubungan tidak seimbang, di mana mereka terus memberi tanpa menerima hal yang setara.

2. Kompleks Penyelamat (Savior Complex)

Kompleks penyelamat adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa bahwa nilai dirinya meningkat saat ia dapat "menyelamatkan" atau memperbaiki kehidupan orang lain.
 
Perempuan dengan kompleks ini sering kali merasa bertanggung jawab atas kesembuhan emosional pasangannya. 
 
Mereka tertarik pada pria yang memiliki banyak masalah karena mereka melihat potensi untuk membuat perubahan besar, dan merasa dibutuhkan adalah hal yang memuaskan secara emosional.

3. Pola Asuh yang Tidak Stabil

Perempuan yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak stabil atau dengan salah satu orang tua bermasalah, terkadang tanpa sadar mengulang kembali pola relasi tersebut dalam kehidupan dewasanya. 
 
Mereka mungkin merasa familiar atau “nyaman” dengan pria yang bermasalah karena itu menyerupai dinamika hubungan masa kecil. 
 
Hasrat untuk memperbaiki pria tersebut bisa muncul dari keinginan bawah sadar untuk memperbaiki luka masa lalu mereka sendiri.

4. Rasa Harga Diri Rendah (Low Self-Esteem)

Perempuan dengan harga diri yang rendah cenderung merasa bahwa mereka tidak layak mendapatkan cinta dari pria yang sudah "utuh" dan sehat secara emosional. 
 
Akibatnya, mereka memilih pasangan yang bermasalah karena merasa hanya dalam relasi seperti itu mereka bisa membuktikan nilai diri mereka melalui pengorbanan dan usaha keras. 
 
Mereka melihat cinta sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan, bukan sesuatu yang datang secara alami dan sehat.

5. Kecanduan Relasi Disfungsional (Trauma Bonding)

Beberapa perempuan memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap pola hubungan yang penuh drama, konflik, dan tarik-ulur emosi. 
 
Mereka merasa hidup ketika berada dalam relasi yang menantang dan penuh tantangan emosional. 
 
Dalam banyak kasus, mereka bukan hanya ingin menyelamatkan pria bermasalah, tetapi juga merasa tergantung pada ketegangan emosional yang ditimbulkan dari hubungan semacam itu. 
 
Ini dikenal sebagai trauma bonding, yakni keterikatan yang terbentuk dari pengalaman bersama yang penuh tekanan emosional.

6. Perfeksionis dalam Hubungan

Perempuan dengan kepribadian perfeksionis dalam konteks hubungan cenderung melihat pria bermasalah sebagai “proyek” yang bisa mereka ubah dan sempurnakan.
 
Mereka menikmati proses merancang solusi, memberi dukungan moral, dan perlahan-lahan membentuk pasangannya menjadi sosok ideal versi mereka.
 
Mereka percaya bahwa dengan cukup cinta, perhatian, dan kesabaran, mereka bisa mengubah pria yang paling rusak sekalipun.

7. Sulit Menerima Ketidakberdayaan (Rescue Control Tendency)

Perempuan yang sulit menerima bahwa ada hal-hal di luar kendali mereka—termasuk luka batin orang lain—cenderung mengembangkan dorongan kuat untuk “mengambil alih” dan memperbaiki.
 
Ketika berhadapan dengan pria yang bermasalah, mereka merasa tidak nyaman membiarkan orang itu berjalan sendiri dalam prosesnya. 
 
Mereka merasa lebih aman ketika mereka berada dalam posisi memegang kendali atau menjadi penuntun. 
 
Ini membuat mereka cenderung memilih pasangan yang membutuhkan bantuan dan merasa panik ketika tidak merasa dibutuhkan.

Kesimpulan: Antara Kasih Sayang dan Perilaku Tidak Sehat

Mencintai seseorang dengan masa lalu atau kondisi yang rumit bukanlah sesuatu yang salah. 
 
Namun, jika cinta itu lahir dari kebutuhan untuk merasa dibutuhkan, menyelamatkan, atau memperbaiki demi harga diri sendiri, maka hubungan tersebut bisa menjadi tidak sehat dalam jangka panjang.
 
Perempuan dengan dorongan untuk menyelamatkan sering kali berakhir kelelahan secara emosional, karena hubungan yang mereka bina berpusat pada pertolongan, bukan pertumbuhan bersama.

Dalam psikologi, penting untuk membangun relasi berdasarkan saling menghormati, komunikasi sehat, dan kesetaraan. 
 
Menyadari pola-pola kepribadian di atas bisa membantu seseorang mengevaluasi motif dalam memilih pasangan dan membangun hubungan yang lebih sehat ke depannya.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal merasa terjebak dalam pola ini, tidak ada salahnya mencari bantuan dari konselor atau terapis profesional. 
 
Kesadaran dan pertolongan adalah dua langkah penting menuju kehidupan yang lebih seimbang secara emosional dan relasi yang sehat.

***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore