Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 21.57 WIB

Ini 9 Alasan Psikologis Mengapa Kamu Selalu Berjalan Mondar-mandir Saat Menelepon

Ilustrasi seseorang yang selalu mondar-mandir saat telepon. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang selalu mondar-mandir saat telepon. (Freepik)

JawaPos.com - Pernah merasa tidak bisa diam saat berbicara di telepon? Tanpa disadari, kaki mulai melangkah dari ruang tamu ke dapur, lalu kembali lagi ke tempat semula.

Kebiasaan berjalan mondar-mandir saat menelepon ini ternyata cukup umum dan memiliki alasan psikologis yang masuk akal. Gerakan tersebut bukan sekadar kebiasaan, tetapi bentuk respon tubuh terhadap kondisi pikiran.

Dilansir dari The Vessel pada Jumat (30/5), berikut sembilan alasan psikologis yang menjelaskan mengapa seseorang kerap berjalan saat sedang berbicara melalui sambungan telepon.

1. Melepaskan Energi yang Tertahan

Tubuh manusia menyimpan energi dan ketegangan sepanjang hari. Ketika sedang menelepon dan memerlukan fokus, tubuh secara alami mencari cara untuk menyalurkan ketegangan tersebut.

Berjalan menjadi cara alami untuk melepaskan energi, terutama ketika pembicaraan berlangsung intens atau menegangkan. Menurut American Heart Association, gerakan fisik dapat menjadi katup pelepas stres dan membantu menjaga ketenangan.

2. Mencari Kejernihan Pikiran

Bergerak saat menelepon dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Saat menerima panggilan penting atau membahas sesuatu yang serius, berjalan dapat membantu menyusun pikiran dengan lebih teratur.

Studi dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan dapat meningkatkan fungsi kognitif. Gerakan tersebut memberi ruang bagi otak untuk berpikir lebih jernih dan terarah.

3. Tanda Tubuh Sedang Cemas

Perasaan cemas sering muncul dalam bentuk perilaku gelisah, seperti tidak bisa duduk diam. Ketika berbicara di telepon dengan topik yang sensitif atau mengandung tekanan emosional, tubuh bereaksi dengan dorongan untuk bergerak.

Pakar psikologi Brené Brown menyebut bahwa kerentanan bisa memunculkan kecemasan, dan bergerak menjadi salah satu cara tubuh mengelola rasa tidak nyaman tersebut.

4. Mengelola Stres Secara Tidak Sadar

Beberapa topik pembicaraan bisa memicu stres tersembunyi, mulai dari urusan pekerjaan, keluarga, hingga hubungan pribadi. Dalam situasi seperti ini, tubuh sering merespons dengan gerakan spontan seperti berjalan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore