
Ilustrasi seseorang yang selalu mondar-mandir saat telepon. (Freepik)
JawaPos.com - Pernah merasa tidak bisa diam saat berbicara di telepon? Tanpa disadari, kaki mulai melangkah dari ruang tamu ke dapur, lalu kembali lagi ke tempat semula.
Kebiasaan berjalan mondar-mandir saat menelepon ini ternyata cukup umum dan memiliki alasan psikologis yang masuk akal. Gerakan tersebut bukan sekadar kebiasaan, tetapi bentuk respon tubuh terhadap kondisi pikiran.
Dilansir dari The Vessel pada Jumat (30/5), berikut sembilan alasan psikologis yang menjelaskan mengapa seseorang kerap berjalan saat sedang berbicara melalui sambungan telepon.
1. Melepaskan Energi yang Tertahan
Tubuh manusia menyimpan energi dan ketegangan sepanjang hari. Ketika sedang menelepon dan memerlukan fokus, tubuh secara alami mencari cara untuk menyalurkan ketegangan tersebut.
Berjalan menjadi cara alami untuk melepaskan energi, terutama ketika pembicaraan berlangsung intens atau menegangkan. Menurut American Heart Association, gerakan fisik dapat menjadi katup pelepas stres dan membantu menjaga ketenangan.
2. Mencari Kejernihan Pikiran
Bergerak saat menelepon dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Saat menerima panggilan penting atau membahas sesuatu yang serius, berjalan dapat membantu menyusun pikiran dengan lebih teratur.
Studi dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan dapat meningkatkan fungsi kognitif. Gerakan tersebut memberi ruang bagi otak untuk berpikir lebih jernih dan terarah.
3. Tanda Tubuh Sedang Cemas
Perasaan cemas sering muncul dalam bentuk perilaku gelisah, seperti tidak bisa duduk diam. Ketika berbicara di telepon dengan topik yang sensitif atau mengandung tekanan emosional, tubuh bereaksi dengan dorongan untuk bergerak.
Pakar psikologi Brené Brown menyebut bahwa kerentanan bisa memunculkan kecemasan, dan bergerak menjadi salah satu cara tubuh mengelola rasa tidak nyaman tersebut.
4. Mengelola Stres Secara Tidak Sadar
Beberapa topik pembicaraan bisa memicu stres tersembunyi, mulai dari urusan pekerjaan, keluarga, hingga hubungan pribadi. Dalam situasi seperti ini, tubuh sering merespons dengan gerakan spontan seperti berjalan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
