Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 17.47 WIB

Orang yang Berkata “Saya Baik-baik Saja” Padahal Sebenarnya Hatinya Hancur Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang terlihat baik-baik padahal hatinya hancur - Image

Ilustrasi seseorang yang terlihat baik-baik padahal hatinya hancur

JawaPos.com - Tidak semua luka terlihat. Kadang, orang yang paling tenang di ruangan adalah yang paling terluka.

Mereka bisa tersenyum dan berkata, “Saya baik-baik saja,” sambil menyembunyikan lautan kesedihan di dalam diri mereka.

Ungkapan sederhana itu sering kali bukan pernyataan, melainkan tameng.

Dalam dunia yang semakin cepat dan penuh tekanan, banyak orang memilih menyimpan luka mereka sendiri karena takut terlihat lemah, tidak ingin merepotkan orang lain, atau bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang memendam perasaan dan tetap berkata “Saya baik-baik saja” biasanya memperlihatkan perilaku-perilaku tertentu yang bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang tidak benar-benar baik.

Jika Anda memperhatikan tanda-tanda ini pada seseorang—atau bahkan pada diri sendiri—mungkin sudah waktunya untuk memberi ruang, empati, dan waktu untuk sembuh.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (24/4), terdapat 7 perilaku umum yang biasanya ditunjukkan oleh orang yang berkata "Saya baik-baik saja", padahal sebenarnya hatinya sedang hancur menurut psikologi:

1. Mereka Menjadi Terlalu Sibuk untuk Merasakan

Alih-alih menghadapi rasa sakit, banyak orang memilih untuk menenggelamkan diri dalam aktivitas.

Mereka akan mengisi setiap detik waktu luangnya—baik itu dengan pekerjaan, olahraga, proyek rumah, atau bahkan scroll media sosial tanpa henti.

Ini disebut coping mechanism untuk menghindari keheningan, karena keheningan sering kali menghadirkan emosi yang selama ini ditekan.

Mengapa ini terjadi?

Menurut psikologi, ini adalah bentuk emotional avoidance—strategi bawah sadar untuk menghindari rasa sakit emosional.

Terlalu sibuk adalah cara mereka berkata, "Saya tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa saya sedang terluka."

2. Mereka Sering Mengubah Topik Saat Diajak Bicara Tentang Perasaan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore