Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 00.36 WIB

Jumat Pahing Kurang Cocok dengan Jumat Wage? Ini Penjelasanya Menurut Primbon

Jumat Pahing Kurang Cocok dengan Jumat Wage? Ini Penjelasanya Menurut Primbon (Freepik) - Image

Jumat Pahing Kurang Cocok dengan Jumat Wage? Ini Penjelasanya Menurut Primbon (Freepik)

JawaPos.com - Dalam perhitungan primbon Jawa, mencari kecocokan jodoh bukan hanya soal cinta, tapi juga tentang hitungan weton.

Salah satu kombinasi yang disebut-sebut berbahaya dan sebaiknya dihindari adalah pertemuan antara weton Jumat Pahing dan Jumat Wage.

Meski sama-sama lahir di hari Jumat, ternyata hitungan keduanya justru memperkuat potensi cobaan dalam rumah tangga.

Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube Sabdaning Ratu, Jumat Pahing memiliki jumlah neptu 15, sedangkan Jumat Wage 10.

Jika dijumlahkan, pertemuan ini menghasilkan angka 25, yang dalam primbon Jawa termasuk ke dalam kategori “balik kadawung”.

Ini adalah hitungan yang dianggap membawa cobaan berupa sakit-sakitan dalam rumah tangga, baik sakit fisik, mental, ataupun batin.

Apalagi, kedua weton ini sama-sama membawa garis nasib tibo pati, yang artinya masing-masing punya potensi kegagalan dalam hidup. Ketika dua nasib seperti ini bertemu, maka risiko gagalnya rumah tangga pun menjadi sangat tinggi.

Secara keuangan, keduanya juga kurang serasi. Jumat Pahing termasuk tipe orang yang boros dan tidak hemat, sedangkan Jumat Wage disebut sebagai cocok, yaitu pintar mencari uang. Sayangnya, hasil kerja keras si Jumat Wage bisa dengan mudah dihambur-hamburkan oleh Jumat Pahing. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menimbulkan kejengkelan dan rasa tidak puas dalam hubungan.

Dari sisi karakter, pertemuan antara dua orang yang sama-sama lahir di hari Jumat ini juga tidak ideal. Biasanya, dua orang yang memiliki hari kelahiran yang sama akan cenderung keras kepala dan sulit mengalah, apalagi jika tidak dibarengi dengan komunikasi yang baik.

Kesimpulannya, jika kamu atau pasanganmu memiliki weton Jumat Pahing dan Jumat Wage, sebaiknya pertimbangkan dengan matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Bukan berarti tidak boleh menikah, tapi perlu usaha ekstra keras untuk menyeimbangkan hubungan.

Jika memang ingin tetap bersama, disarankan untuk mencari hari baik untuk menikah dan melakukan ruwatan, agar cobaan yang datang bisa diredam. Ingat, menikah bukan hanya soal cinta, tapi juga soal kesiapan menghadapi suka dan duka bersama. Jadi, bijaklah dalam mengambil keputusan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore