
Pertunjukan Shinta Obong Fire Dance di Riverfront kawasan Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (29/9/2023). ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto
JawaPos.com - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) meluncurkan satu pertunjukan seni tradisi baru bertajuk Shinta Obong Fire Dance di area Prambanan Riverfront untuk menyuguhkan atraksi hiburan pada malam hari kepada wisatawan, dikutip dari ANTARA.
"Pertunjukan Shinta Obong menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati kawasan Candi Prambanan pada malam hari," kata Direktur Pemasaran, Pelayanan dan Pengembangan Usaha PT TWC Hetty Herawati di Sleman, Senin (2/10).
Pertunjukan Shinta Obong Fire Dance ini dipentaskan perdana pada Jumat malam (29/9).
Baca Juga: Hari Batik Nasional 2023, Kenali Filosofi dari Motif-Motif Batik di Indonesia
"Semoga dengan kehadiran pertunjukan ini, menjadi magnet kunjungan baru di kawasan Candi Prambanan, sehingga bisa memberi kemaslahatan yang lebih luas bagi industri pariwisata Indonesia," katanya.
Ia mengatakan, atraksi baru ini melengkapi pertunjukan reguler yang telah hadir di Teater dan Pentas Ramayana Prambanan, yaitu Sendratari Ramayana Ballet Prambanan dan Drama Tari Roro Jonggrang.
"Pementasan Shinta Obong menghadirkan 'experience value' yang berbeda bagi wisatawan yang datang, dengan nuansa pertunjukan yang rekreatif sekaligus reflektif. Kehadiran Shinta Obong turut menyemarakkan atraksi seni budaya sebagai salah satu magnet kunjungan wisatawan di wilayah Jogjakarta dan Jawa Tengah," katanya.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Terbatas Seiring Rilis Inflasi Dalam Negeri
Shinta Obong Fire Dance merupakan pertunjukan yang diangkat dari satu fragmen cerita di epos Ramayana, yang berkisah tentang tokoh Shinta yang memiliki tekad kuat untuk menunjukkan kesetiaannya kepada Rama, hingga menerjunkan diri ke dalam api yang membesar. Sehingga pasangan Rama dan Shinta dijadikan sebagai simbol kesetiaan yang tak lekang oleh zaman.
Pertunjukan Shinta Obong menghadirkan sajian pertunjukan dengan gerak tari berlanggam Jawa dengan pemaknaan yang lebih sakral serta bermakna simbolik. Penonton disajikan dengan cerita tentang tokoh Shinta yang merasakan kesedihan dan kerinduan kepada Rama.
Kebimbangan, cemas serta kecewa dirasakan Shinta, karena Rama meragukan kesuciannya. Hingga Shinta pun harus membakar diri untuk membuktikan kesetiaan serta kesuciannya kepada Rama.
Baca Juga: Bintang Real Sociedad Takefua Kubo, Pesaing Antoine Griezmann untuk Selebrasi
Proses pembakaran diri ini divisualisasikan dengan pertunjukan fire dance yang atraktif. Ekspresi tari yang memanjakan mata dihasilkan di dalam pertunjukan dengan bantuan visual serta teknik gerak yang eksplosif.
"Pertunjukan fire dance ini selain menjadi atraksi utama, sekaligus menghadirkan keindahan estetis yang berbeda dari atraksi seni budaya lainnya," katanya.
Pertunjukan Shinta Obong berbeda dengan pertunjukan lain, dengan lebih menitikberatkan kepada interaksi serta keterlibatan langsung pengunjung yang hadir. Sehingga, diharapkan pengunjung bisa mengalami "experience" yang dihadirkan dalam pertunjukan secara paripurna.
Baca Juga: Jangan Mengarang dan Berargumen Tanpa Data, Berikut Cara Sanggah Kesalahan Administrasi Tes CPNS Menurut BKN
"Pengunjung diajak secara langsung terlibat dalam pertunjukan Shinta Obong, dimulai dari arak-arakan, prosesi blessing (pemberkatan) di awal pertunjukan, serta mendapatkan gelang yang sudah diberkati oleh pemangku setelah pertunjukan usai. Shinta Obong, juga menghadirkan pengiring musik secara live, sehingga pertunjukan menjadi lebih hidup," katanya.
Setelah pementasan, para pengunjung digiring memasuki area Hadangan Harang untuk menikmati hidangan dengan menu lokal yang bercita rasa khas dan otentik. Sehingga, pertunjukan Shinta Obong menjadi satu kesatuan sajian yang lengkap serta experience yang memikat.
"Pertunjukan ini memang kita hadirkan dengan pendekatan yang berbeda dari dua pertunjukan lain (Ramayana dan Roro Jonggrang), di mana keterlibatan pengunjung menjadi hal utama," katanya.
Baca Juga: Resmikan Kereta Cepat Jakarta Bandung, Jokowi: Tidak Perlu Takut Belajar dan Mencoba Hal Baru
Hetty mengatakan, pertunjukan Shinta Obong ini sekaligus memperkenalkan satu area baru di kawasan Teater dan Pentas Ramayana, Prambanan, yaitu Prambanan Riverfront.
"Area ini berada persis di tepi Sungai Opak, yang berada persis di sisi barat Candi Prambanan. Pertunjukan ini menjadi sajian yang spektakuler, dengan lokasi yang menyajikan kemegahan Candi Prambanan pada waktu malam sebagai latar belakang pementasan," katanya.
Area Riverfront ini menjadi lokasi baru yang menghadirkan kawasan hijau yang menambah estetika dan mendukung aktivitas wisata di destinasi Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
