
SPOT SELFI: Air Terjun Sedudo yang dikelilingi tebing curam juga menjadi spot favorit para pengunjung selfie maupun foto bersama. (IQBAL SYAHRONI/JAWA POS RADAR NGANJUK)
Berada di lereng Gunung Wilis, Desa Ngliman, Sawahan, Air Terjun Sedudo menjadi destinasi wisata favorit Kota Angin. Air terjun tertinggi ketiga di Jatim itu terkenal karena sensasi dingin dan keindahan alamnya yang eksotis.
---
UNTUK bisa berwisata di Air Terjun Sedudo, dibutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam dari Kota Nganjuk. Melewati jalan yang berkelok-kelok dan naik turun, pelancong disuguhi area persawahan hijau di kanan dan kiri lereng Gunung Wilis.
Memasuki Desa Ngliman, hawa dingin mulai terasa. Hamparan kebun bunga mawar yang ditanam di pekarangan rumah warga juga menjadi pemandangan tersendiri. Ditambah sensasi bau cengkih dan dilem yang berasal dari penyulingan tradisional milik warga di sana.
Begitu memarkir kendaraan di area parkir, suguhan panorama air terjun dari atas bukit lereng Wilis sudah bisa dinikmati. Setelah itu, pengunjung menuruni ratusan anak tangga. Memang bikin lelah. Namun, semua itu terbayar tuntas begitu tiba di air terjun yang dikelilingi tebing curam tersebut. ”Airnya segar,” seru Trisno Widodo, 27, salah seorang pengunjung yang tengah mandi di bawah Air Terjun Sedudo.
Air yang dinginnya bak menusuk kulit itu justru digemari pengunjung. Mereka betah berlama-lama mandi atau berendam di bawah derasnya air terjun. Semakin dekat dengan aliran air, semakin senang mereka. Bahkan, ada yang sengaja melompat dari pinggir kolam air terjun untuk merasakan sensasi lain saat mandi di sana.
Siang itu, pria asal Dusun Tinampuh, Desa Puhkerep, Kecamatan Rejoso, tersebut mandi di Sedudo bersama dua temannya. Tinggal di Nganjuk, sudah tak terhitung berapa kali Trisno mandi di Sedudo. ”Selalu kangen ingin ke sini,” urai pria yang tinggal di wilayah utara Nganjuk itu.
Bukan hanya karena keindahan alam dan hawa dinginnya, ada hal lain yang membuat Sedudo jadi destinasi favorit wisatawan. Yakni, mitos yang menyebutkan bahwa air dari Sedudo bisa bikin awet muda. Karena itu pula, setiap berkunjung ke Sedudo, Trisno dan rekan-rekannya selalu mandi dan membasuh muka. ”Biar awet muda,” candanya.
Meski termasuk orang yang percaya akan kemurnian air dari pegunungan Wilis tersebut, Trisno belum pernah membawa pulang air itu. Alasannya, dia sudah cukup puas minum saat berendam.
Selain weekend dan hari libur, pengunjung Sedudo mencapai puncaknya pada bulan Sura atau tahun baru Muharam. Pada malam 1 Sura, Air Terjun Sedudo menjadi tempat ritual siraman masyarakat.
Hal serupa akan didapati pada malam 15 Sura. Masyarakat berbondong-bondong mandi di Air Terjun Sedudo untuk melakukan siraman. Di luar pandemi Covid-19, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang di dua momen tersebut.
Jumlah pengunjung akan lebih banyak saat Pemkab Nganjuk menggelar ritual siraman pada bulan Sura. Setiap tahun, ritual mengambil air suci oleh para gadis dan jejaka untuk dibawa ke makam Mbah Ngliman itu selalu menyedot animo pengunjung.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yQ7IFLTmq2k

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
