
LEGENDARIS: Tidak hanya diburu buahnya, bibit durian kanjeng juga dicari. (Boy Slamet/Jawa Pos)
Durian yang satu ini begitu legendaris. Primadona sejak zaman penjajahan Belanda. Juga, jadi suguhan ”wajib” para elite pada zaman itu. Kini durian tersebut sudah menjadi varietas unggulan nasional.
---
VARIETAS dari pohon induk di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, itu memang begitu istimewa. Tampilannya begitu menggoda. Rasa buahnya bisa bikin penikmatnya terlena. Itu belum termasuk seabrek keunggulan lainnya.
Karena itu, durian tersebut begitu diburu para penggemar. Nama yang disematkan juga berkelas, durian kanjeng. Sebuah gelar untuk orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi.
Ya, durian itu memang memiliki sejarah yang sangat panjang. Berdasar hasil penelitian, pohon induknya berusia lebih dari 200 tahun. ”Bahkan, bisa lebih dari itu,” kata Bambang Subagyo, pemilik pohon induk tunggal (PIT) durian kanjeng.
Nama kanjeng untuk durian dari pohon tersebut disematkan sejak masa penjajahan Belanda. Yakni, ketika kakek Bambang menjadi kepala Desa Ngrogung.
Pada masa itu, para kanjeng bupati Ponorogo rutin meminta durian dari Ngrogung. ”Nah, durian ini yang selalu diberikan kepada para kanjeng bupati itu. Karena rasanya paling enak,” ujarnya.
Tak hanya itu, durian tersebut juga menjadi oleh-oleh yang diberikan kepada orang-orang khusus. ”Sekarang durian ini bebas dinikmati siapa saja,” katanya.
Hingga kini, keberadaan pohon induk itu masih lestari. Ketinggiannya lebih dari 50 meter. Rata-rata, setiap kali musim panen bisa menghasilkan 500 butir. ”Masa panen biasanya berlangsung mulai Februari. Beratnya rata-rata 2,5–3 kilogram,” ujar Bambang.
Ada begitu banyak keistimewaan yang membuat durian kanjeng begitu digemari. Salah satunya adalah warna buahnya yang cantik, hijau kecokelatan . Daging buahnya kuning gading.
Ketebalan daging buahnya tidak pernah membuat orang kecewa. Persentasenya mencapai 32,5 hingga 36,9 persen. Banyak juga ditemukan pongge yang kecil.
Tekstur daging buahnya sama sekali tidak berserat dan keset. Ibarat kata, melumatnya seperti menikmati kelembutan es krim. Sensasi tambahan wangi pandan makin menyempurnakan varietas yang satu ini.
Level manis durian kanjeng juga tinggi, sangat legit. Namun, tetap ada rasa pahit yang terasa di pangkal lidah. Sebuah perpaduan yang sempurna. Karena itu, durian tersebut layak mendapat predikat varietas unggul.
Ya, sejak 2012, durian kanjeng telah terdaftar di Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai varietas unggulan lokal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
