Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Maret 2020 | 22.26 WIB

Durian Kanjeng dari Ponorogo Jadi Suguhan Khusus Para Kanjeng Bupati

LEGENDARIS: Tidak hanya diburu buahnya, bibit durian kanjeng juga dicari. (Boy Slamet/Jawa Pos) - Image

LEGENDARIS: Tidak hanya diburu buahnya, bibit durian kanjeng juga dicari. (Boy Slamet/Jawa Pos)

Durian yang satu ini begitu legendaris. Primadona sejak zaman penjajahan Belanda. Juga, jadi suguhan ”wajib” para elite pada zaman itu. Kini durian tersebut sudah menjadi varietas unggulan nasional.

---

VARIETAS dari pohon induk di Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, itu memang begitu istimewa. Tampilannya begitu menggoda. Rasa buahnya bisa bikin penikmatnya terlena. Itu belum termasuk seabrek keunggulan lainnya.

Karena itu, durian tersebut begitu diburu para penggemar. Nama yang disematkan juga berkelas, durian kanjeng. Sebuah gelar untuk orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi.

Ya, durian itu memang memiliki sejarah yang sangat panjang. Berdasar hasil penelitian, pohon induknya berusia lebih dari 200 tahun. ”Bahkan, bisa lebih dari itu,” kata Bambang Subagyo, pemilik pohon induk tunggal (PIT) durian kanjeng.

Nama kanjeng untuk durian dari pohon tersebut disematkan sejak masa penjajahan Belanda. Yakni, ketika kakek Bambang menjadi kepala Desa Ngrogung.

Pada masa itu, para kanjeng bupati Ponorogo rutin meminta durian dari Ngrogung. ”Nah, durian ini yang selalu diberikan kepada para kanjeng bupati itu. Karena rasanya paling enak,” ujarnya.

Tak hanya itu, durian tersebut juga menjadi oleh-oleh yang diberikan kepada orang-orang khusus. ”Sekarang durian ini bebas dinikmati siapa saja,” katanya.

Hingga kini, keberadaan pohon induk itu masih lestari. Ketinggiannya lebih dari 50 meter. Rata-rata, setiap kali musim panen bisa menghasilkan 500 butir. ”Masa panen biasanya berlangsung mulai Februari. Beratnya rata-rata 2,5–3 kilogram,” ujar Bambang.

Ada begitu banyak keistimewaan yang membuat durian kanjeng begitu digemari. Salah satunya adalah warna buahnya yang cantik, hijau kecokelatan . Daging buahnya kuning gading.

Ketebalan daging buahnya tidak pernah membuat orang kecewa. Persentasenya mencapai 32,5 hingga 36,9 persen. Banyak juga ditemukan pongge yang kecil.

Tekstur daging buahnya sama sekali tidak berserat dan keset. Ibarat kata, melumatnya seperti menikmati kelembutan es krim. Sensasi tambahan wangi pandan makin menyempurnakan varietas yang satu ini.

Level manis durian kanjeng juga tinggi, sangat legit. Namun, tetap ada rasa pahit yang terasa di pangkal lidah. Sebuah perpaduan yang sempurna. Karena itu, durian tersebut layak mendapat predikat varietas unggul.

Ya, sejak 2012, durian kanjeng telah terdaftar di Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai varietas unggulan lokal.

Bibitnya Dibagikan ke Warga


Status varietas unggulan membuat durian kanjeng mendapat prioritas untuk dikembangkan. Kini budi daya sudah dilakukan. Termasuk pembagian bibit kepada warga di Desa Ngrogung.

Mendapatkan buah itu juga tak sulit. Sebab, Kelompok Tani Karang Asri Desa Ngrogung telah membuat desa wisata durian. Tentu durian kanjeng menjadi salah satu komoditas unggulan.

Desa wisata itu dikonsep layaknya agrowisata. Banyak pohon durian yang ditanam. Saat musim seperti ini, pe-ngunjung bisa melihat langsung pohon durian yang masih menggantung. Juga, banyak varietas durian lain yang memiliki rasa yang khas. Pembeli bebas untuk memilih durian yang digemari.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=RCqGv_zpLu0

https://www.youtube.com/watch?v=GSDtFuAa7gg

https://www.youtube.com/watch?v=UMjkqC3hlbs

 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore