
HASIL BERBURU: Christiana Leimena, penyuka durian, setelah membeli sejumlah durian di Pasar Pagotan, Madiun. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Tak hanya kaya akan ragam varietas lokal unggulan, Jatim juga memiliki sejumlah pasar durian yang jadi tempat berburu bagi para penggemar. Salah satunya di Madiun.
BAGI para pemburu durian, nama Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, boleh jadi sudah tak asing lagi. Sebab, di sana, mereka bisa memperoleh aneka ragam durian dengan mudah. Mulai lokalan hingga manca.
Selain bisa datang langsung ke sentra-sentra budi daya yang tersebar di sana, para durian lovers bisa berburu di Pasar Durian Pagotan. Sebuah pasar yang terletak di Jalan Pagotan, tepatnya di sebelah selatan Pabrik Gula Pagotan.
Pasar tersebut sangat terkenal karena sudah ada puluhan tahun. Banyak pembeli dari kota atau yang sedang melintas di Jalan Raya Geger–Madiun yang sengaja mampir. Karena pasar itu sudah terkenal sebagai sentra durian.
Lokasi pasar durian tersebut cukup unik. Berada di persimpangan jalur kereta lori tebu yang masih aktif. Tapi jangan khawatir, jalur itu baru aktif ketika memasuki musim panen tebu, yakni sekitar Mei.
Pada tiap musim durian, deretan lapak digelar para pedagang di sepanjang jalan. Saat fajar mulai menyapa, aneka durian sudah tertata rapi. Mulai yang seukuran telapak tangan hingga kepala orang dewasa.
https://www.youtube.com/watch?v=xiNcjPkbLcU
Pasar tersebut jadi pusat berkumpulnya aneka durian asal Madiun. Mayoritas berasal dari Desa Segulung, Kecamatan Dagangan. Tapi, banyak juga durian dari kecamatan lain. Mulai Dolopo hingga Kare.
Salah seorang penjual yang cukup legendaris di pasar itu adalah Mbah Diem. Nenek 80 tahun tersebut sudah lebih dari 15 tahun berdagang di sana. ’’Yang saya jual dari Segulung. Ada yang mengirim langsung. Rata-rata habis sampai 50 buah per hari,’’ ujar nenek tujuh cucu itu.
Bagi para pencinta durian yang ingin datang ke sana, waktu berburu yang paling pas adalah saat subuh hingga pagi. Sebab, di waktu itulah stok durian melimpah. Karena baru saja tiba. Aktivitas pasar tersebut biasanya ramai hingga pukul 17.00. Setelah jam itu, jumlah pedagang mulai berkurang.
Namun, terkadang ada juga penjual yang baru datang sore. Kebanyakan adalah penjual durian yang memiliki pohon sendiri. Alias hasil panen pribadi. ’’Tetapi, jumlahnya tidak banyak. Soalnya biasanya kami mengandalkan buah yang jatuh, bukan panen,’’ ujar Agung Sujono, pedagang lain.
Harga yang dibanderol pun cukup murah. Bergantung seberapa besar dan bagaimana kualitas buahnya. Rata-rata antara Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu per buah. Namun, itu bukan harga paten, masih bisa dinego. Kalau mau lebih murah, harus membeli secara borongan. ’’Jatuhnya lebih murah,’’ ujar Christiana Leimana, salah seorang pembeli asal Madiun.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
