Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Juli 2023 | 21.44 WIB

Food & Beverage Biasa yang Disajikan secara Luar Biasa di Surabaya, Jangan Datang Hanya buat Makan

OTENTIK: Lily Imelda menyajikan pizza racikan suaminya di dapur rumah mereka pada Jumat lalu. - Image

OTENTIK: Lily Imelda menyajikan pizza racikan suaminya di dapur rumah mereka pada Jumat lalu.

Dough bertabur aneka sayur dan irisan daging sebelum masuk pemanggang tungku kayu itu disebut pizza. Namun, pengalaman mengudap pizza yang ini tak akan bisa dijumpai di tempat lain.

IRWANTO suka bereksperimen. Desainer interior yang gemar memasak itu merancang tungku berbahan bakar kayu dan mengkreasikan pizza yang cocok dipanggang di dalamnya. Segala kreativitas itu terjadi di dapur pribadinya. Kini menu otentik tersebut sukses menjadikan rumahnya sebagai hidden gem alias permata (kuliner) tersembunyi di Surabaya.

”Saya bikin ini sebenarnya untuk diri saya sendiri, untuk dimakan, bukan dijual. Cuman kok pas kita coba jual dan posting di Instagram, banyak yang tanya,” tutur lelaki ramah yang kini dikenal sebagai owner Salomon Pizzeria itu.

Irwan yang memang suka makan pizza belajar memasak secara otodidak dari rekan-rekannya yang berprofesi chef. Dia membutuhkan waktu 2–3 tahun untuk berlatih meracik pizza dan menyajikannya kepada orang lain. Dia juga tidak pernah bermaksud menjadikan rumahnya yang terletak di salah satu gang di Petemon, Surabaya, sebagai warung pizza.

Salomon Pizzeria, menurut dia, lahir begitu saja seiring makin banyaknya orang yang datang ke rumahnya dan minta dibikinkan pizza. ”Untuk menjadi bisa itu kan harus langsung praktik ya. Makanya ini juga saya serve sendiri sama istri karena mau cek pasar dulu. Kami perlu tahu dulu apa yang diinginkan pengunjung,” paparnya saat ditemui Jawa Pos pada Jumat (30/6).

BERAKSI: Irwanto memanggang pizza kreasinya ke dalam tungku batu yang berbahan bakar kayu jati dari Tuban.

Pengunjung yang ingin menyaksikan Irwan beraksi di depan tungku yang terbuat dari batu gunung berongga bisa masuk dari pintu samping rumah. Bunyikan bel dan sampaikan keinginan untuk menikmati pizza otentik yang dipanggang menggunakan bara kayu jati Tuban. Alat bantu masak mirip sekop dengan tangkai superpanjang menjadi senjata Irwan saat sedang beraksi di depan tungku khusus dari Jepara tersebut.

Pengunjung bisa duduk di ruangan terpisah yang letaknya tak jauh dari dapur. Ada empat set meja dan kursi kayu di lantai dasar rumah Irwan. Tapi, pengunjung juga bisa memilih tempat duduk yang tepat berada di seberang "panggung” Irwan. Karena menghadap langsung, para pengunjung pun biasanya mengabadikan aksi sang pembuat pizza dengan kamera smartphone. "Sebenarnya, nggak niat untuk show ya. Tapi karena nggak ada tempat aja,” katanya.

PIZZA

Sepanjang proses memasak, suami Lily Imelda itu juga riang menanggapi komentar pengunjung. Jika ada pertanyaan yang terlontar, dia dengan serius memberikan jawaban yang diminta. Interaksi itu mengalir begitu saja dan membuat Irwan ketagihan.

"Konsepnya pengin dibikin dining resto, cuman lebih akrab. Saya pengin bisa interaksi dengan customer. Nggak mau kalau hanya makan tok,” ungkapnya.

Irwan sangat menikmati aksinya di depan tungku yang menyala. Untuk menjaga mood-nya tetap stabil, dia menghindari terlalu banyak pengunjung. (lai/c6/hep)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore