Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2023 | 16.46 WIB

Wisata kopi di Medan, Gayo hingga Kopi dengan Alpukat Wajib Dicoba

Pendiri Coffeenatics Harris Hartanto Tan mempraktikan proses mengeluarkan air dalam kopi di sela Workshop UMKM Medan di Medan, Kamis (22/6). - Image

Pendiri Coffeenatics Harris Hartanto Tan mempraktikan proses mengeluarkan air dalam kopi di sela Workshop UMKM Medan di Medan, Kamis (22/6).

JawaPos.com–Mereka yang berkesempatan menginjakkan kaki di Kota Medan baik untuk melancong atau urusan pekerjaan, bisa memasukkan wisata icip minuman kopi dalam wish list. Itu seiring hadirnya berbagai kedai kopi dengan beragam menu di kawasan tersebut.

Warga Medan yang juga pendiri Coffeenatics, sebuah usaha bidang kopi, Harris Hartanto Tan di sela Workshop UMKM Medan menyarankan, wisatawan mencicipi kopi Gayo yang bahkan dapat dinikmati setiap hari.

Kopi Gayo itu wajib menurut saya. Kopi Gayo yang kita nikmati setiap hari. Mungkin boleh juga karena terbentuk secara kultural saya minumnya itu-itu saja sih. Jadi kebiasaan,” kata Harris Hartanto Tan seperti dilansir dari Antara.

Kopi Gayo diketahui berasal dari wilayah Gayo, Aceh Tengah, dengan cita rasa yang tidak pahit dan memiliki keasaman rendah.

Lebih lanjut mengenai wisata kopi di Medan, Harris menyarankan, khusus orang-orang yang awam atau tak begitu tergila-gila dengan kopi bisa mencoba menu kopi dengan alpukat atau avocado coffee. Ada sejumlah kedai kopi di Medan yang menawarkan menu itu.

”Selain itu, ada juga menu kopi dengan susu kental manis atau kerap disebut sanger yang merupakan bagian tradisi dari Aceh. Menu kopi ini dibuat dengan teknik kuno berupa saringan yang berbentuk seperti kaos kaki,” tutur Harris Hartanto Tan.

Kebanyakan pembuat kopi menggunakan robusta yang rata-rata memiliki rasa pahit. Itulah alasan kental manis digunakan. Sanger biasanya diminum pada pagi hari dan ditemani hidangan cakwe atau telur.

Kemudian, berbicara mengenai mengenai kebiasaan meminum kopi sebagian masyarakat di Medan, lanjut Harris Hartanto Tan, biasanya dilakukan kala siang sebagai sebuah momen untuk berkumpul dengan kolega maupun kenalan. ”Karena kopi itu benar-benar sesuatu yang rewarding untuk kita jadi sebuah ajang di mana kita mau hangout. Kita lebih ke mau bayar agak mahal tapi mau tempat yang bagus, nyaman," kata Harris.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 mencatat produksi kopi Indonesia mencapai 794,8 ribu ton pada 2022, meningkat sekitar 1,1 persen dibandingkan 2021. Sumatera Utara menjadi provinsi ketiga penghasil kopi terbesar, yakni 212,4 ribu ton atau 26,72 persen dari total produksi kopi nasional.

Data internal Tokopedia pada Mei 2023 dibandingkan rata-rata pada Januari hingga April memperlihatkan kopi menjadi salah satu jenis kopi yang paling populer di tengah masyarakat Sumatera Utara termasuk Medan dan sekitarnya, dengan kenaikan jumlah transaksi hampir 1,5 kali lipat.

”Kopi lokal memiliki potensi ekonomi yang luar biasa,” kata Corporate Affairs Senior Lead Tokopedia Rizky Juanita Azuz.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore