
MULAI RAMAI: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, kompleks Makam Sunan Bejagung mulai dikunjungi para peziarah. (FOTO-FOTO: YUDHA SATRIA ADITAMA/RADAR TUBAN)
Tuban adalah salah satu ”pusatnya” destinasi wisata religi di Jatim. Tercatat, sedikitnya ada 485 makam wali di sana. Dua di antaranya adalah Sunan Bejagung Lor dan Sunan Bejagung Kidul yang terletak di Desa Bejagung, Semanding.
---
LOKASINYA sebenarnya cukup strategis. Hanya 3 kilometer sebelah selatan Alun-Alun Tuban. Namun, destinasi wisata religi tersebut kurang populer di kalangan travel wisata religi. Maklum, jalan aksesnya cukup sulit dilewati bus besar. Hanya bus mini atau mobil penumpang yang bisa melintas. Selanjutnya, para peziarah bisa melanjutkan dengan jalan kaki.
Memasuki bulan Syakban atau menjelang Ramadan seperti saat ini, peziarah di kompleks makam Sunan Bejagung selalu membeludak. Mereka mencari ketenangan batin di destinasi wisata religi yang terletak di Desa Bejagung Kecamatan Semanding, tersebut.
Kompleks Makam Sunan Bejagung Lor terletak di sebelah barat Masjid Syekh Asy’ari. Sementara itu, Makam Sunan Bejagung Kidul yang merupakan menantu Bejagung Lor terletak sekitar 1 kilometer di sebelah selatan.
Tidak ada tiket masuk untuk bisa masuk ke sana. Peziarah cukup mengisi kotak amal yang tersedia dengan seikhlasnya. ”Tujuan peziarah biasanya ke Bejagung Lor dulu, baru ke Bejagung Kidul,’’ kata Mudri, juru kunci makam Sunan Bejagung.
Di sana, mereka berziarah, mendoakan sang aulia penyebar Islam tersebut. Setelah ritual tersebut, tak sedikit dari peziarah yang ngalab berkah dengan mengambil air dari sumur di kompleks Makam Sunan Bejagung Lor. Air dari sumur tersebut dipercaya dapat menyembuhkan ragam penyakit.
Dia menceritakan, Sunan Bejagung Lor yang bernama asli Syekh Asy’ari adalah saudara Syekh Ibrahim As-Samarqandy atau Syekh Asmoroqondi, yang merupakan ayah Sunan Ampel (Raden Rahmat).
Sunan Bejagung dipercaya sebagai generasi wali pertama yang menyebarkan Islam di Jawa pada 1300-an Masehi. ”Syekh Asy’ari dan Syekh Asmoroqondi merupakan putra Syekh Jumadil Kubro yang ditugaskan menyebarkan Islam di Jawa,’’ terang Mudri.
Versi Mudri dalam sejumlah riwayat sejarah, Sunan Bejagung Lor dipercaya sebagai orang yang setiap hari menyalakan ribuan ublik (lampu minyak) untuk menerangi Kakbah di Kota Makkah.
Pria yang 13 tahun jadi juru kunci itu menuturkan, nama Bejagung berasal dari kata Mojo Agung. Dulunya, desa tersebut terdapat banyak buah Mojo (Maja) yang mengandung banyak air (Agung). Versi lain menyebutkan, nama Sunan Bejagung disebut karena mata pencaharian Syekh Asy’ari yang merupakan petani jagung.
Sementara itu, lanjut Mudri, Sunan Bejagung Kidul yang memiliki nama lain Aryo Kusuma Hadi adalah salah satu putra Hayam Wuruk, raja Majapahit. Dia lantas menjadi murid Sunan Bejagung Lor dan masuk Islam hingga kemudian memperistri Nyai Faiqoh, anak Sunan Bejagung Lor. Keduanya dipercaya menjadi generasi pertama penyebar Islam di Pulau Jawa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
