Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Mei 2024 | 23.55 WIB

5 Komoditas Pangan Lokal Pengganti Nasi, Coba Alternatif Ini agar Terbebas dari Ketergantungan Beras Mahal

5 Komoditas Pangan Lokal Pengganti Nasi, Coba Alternatif Ini Agar Terbebas dari Ketergantungan Beras Mahal. (Sumber gambar: jcomp)

 
JawaPos.com - Nasi putih memang makanan pokok yang sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia. 
 
Beras sendiri bukan merupakan makanan asli masyarakat Indonesia. Diduga, beras merupakan makanan pokok yang berasal dari budaya India atau daratan Asia Timur.
 
Nenek moyang yang bermigrasi ke berbagai pulau di Indonesia mengenalkan budaya makan nasi dan cara budidayanya.
 
 
Di sisi lain, Indonesia memiliki berbagai pangan lokal asli yang tak kalah unggul dari segi gizi dan rasa.
 
Ditengah harga beras yang semakin melambung, kembali mengonsumsi pangan lokal bisa membantu masyarakat untuk terhindar dari ketergantungan beras.
 
Apa saja bahan pangan lokal yang bisa dijadikan pengganti beras?
 
Dilansir dari laman Badan Pangan Nasional pada Kamis (23/05), berikut ini beberapa daftar pangan lokal yang bisa menggantikan beras yang kian mahal.
 
 
1. Umbi
 
Indonesia kaya akan jenis umbi-umbian. Bukan hanya singkong, di Indonesia ada jenis umbi lain seperti ubi cilembu, garut, gadung, gembili, ganyong, talas, porang, dan lain sebagainya.
 
Umbi-umbian kaya akan serat, kalium, dan vitamin. Umbi-umbian bisa diolah dengan cara direbus atau dipanggang.
 
2. Sagu
 
Sagu merupakan bahan pangan yang sangat populer di kawasan Indonesia Timur. Saat harga beras naik, masyarakat di timur Indonesia tak lagi khawatir jika tidak dapat mengakses pangan terjangkau.
 
 
Sagu dapat diolah menjadi papeda, sagu mutiara, goncang-goncang, dan kue sagu. Sagu kaya akan karbohidrat dan serat.
 
3. Sukun
 
Ini adalah salah satu jenis buah yang bisa menggantikan beras. Memiliki rasa yang gurih dan lembut apabila dikukus ataupun direbus.
 
Sukun memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan singkong dan gadung. Sukun kaya akan karbohidrat, serat, dan kalium. Sukun bisa diolah menjadi berbagai hidangan seperti keripik sukun, gorengan sukun, atau kolak sukun.
 
 
4. Labu kuning
 
Labu kuning kaya akan karbohidrat, vitamin A, dan vitamin C. Labu kuning bisa diolah menjadi berbagai hidangan seperti sup labu kuning, kari labu kuning, atau kue labu kuning.
 
Labu kuning memiliki kulit yang sangat keras, meski begitu daging dari labu kuning memiliki tekstur yang lembut dan cenderung manis apabila sudah diolah.
 
5. Pisang
 
Pisang merupakan sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan kaya akan kalium, vitamin B6, dan serat. Pisang dapat diolah menjadi pisang goreng, smoothie pisang, pancake pisang, dan roti pisang.
 
 
Di Makassar, Sulawesi Selatan dan daerah sekitarnya, pisang goreng sangat umum disantap dengan sambal yang pedas. Pisang sangat fleksibel diolah menjadi berbagai jenis makanan.
 
Pangan lokal umumnya lebih kaya akan serat, vitamin, dan mineral dibandingkan nasi putih. Memilih pangan lokal berarti mendukung petani dan pengusaha lokal.
 
Mengonsumsi berbagai jenis pangan membantu menjaga keanekaragaman hayati dan ketahanan pangan. Serat yang terkandung dalam pangan lokal membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
 
 
Pangan lokal umumnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih, sehingga membantu mengendalikan kadar gula darah.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore