
Ketahui Takaran Tepat Konsumsi Kuaci Agar Tak Sebabkan Efek Buruk. (Freepik)
JawaPos.com - Kuaci merupakan biji-bijian yang berasal dari bunga matahari. Biji-bijian ini dikumpulkan dari kepala bunga matahari yang besar, biasanya memiliki diameter lebih dari 12 inci (30,5 cm). Setiap kepala bunga matahari biasanya terdapat 2.000 biji/kuaci.
Kuaci biasanya diproduksi atau diolah dengan cara dipanggang. Mereka memiliki rasa gurih dan renyah dan seringkali terdapat sedikit rasa asin dari proses pemanggangan atau bumbu tambahan.
Kuaci juga sering dikonsumsi sebagai camilan dan dapat menjadi sumber nutrisi yang baik, termasuk protein, serat, vitamin E, dan sejumlah mineral seperti magnesium dan seng yang tentunya memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh.
Seperti membantu mencegah penyakit kronis, menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, serta membantu mengurangi risiko beberapa penyakit seperti peradangan, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.
Meskipun mengandung banyak nutrisi, karena proses pengolahan dan penambahan bumbu, beberapa variasi kuaci dapat mengandung tinggi garam dan kalori tambahan yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang terlalu banyak.
Dengan begitu, bijaksanalah dan penting untuk selalu memeriksa label nutrisi jika Anda merupakan individu yang memperhatikan asupan garam atau kalori.
Dilansir dari Healthline pada Senin (26/2) selain mengandung kalori dan garam, kuaci juga mengandung kadmium yang tinggi. Bunga matahari memiliki kecenderungan untuk menyerap kadmium dari tanah dan menumpukkannya di bijinya (kuaci).
Sehingga, kuaci mengandung jumlah kadmium yang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan sebagian besar makanan lainnya.
Kadmium dapat membahayakan ginjal Anda jika terpapar dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang panjang. Menurut World Health Organization (WHO), batas asupan mingguan yang disarankan adalah 490 mikrogram (mcg) kadmium untuk orang dewasa yang memiliki berat badan 154 pon atau setara (70 kg).
Dalam sebuah studi, ketika individu mengonsumsi 9 ons (255 gram) kuaci per minggu selama satu tahun, asupan kadmiumnya diperkirakan meningkat dari 65 mcg menjadi 175 mcg per minggu.
Dengan demikian, disarankan untuk mengonsumsi kuaci dalam jumlah yang wajar, yakni sebesar 30 gram per hari, dan sebaiknya tidak berlebihan dalam mengonsumsinya.
Dengan memahami batasan atau takaran yang tepat, Anda akan mendapatkan manfaat kesehatan yang tepat tanpa adanya dampak negatif yang ditimbulkan pada kesehatan Anda.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
