Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Maret 2020 | 20.48 WIB

Durian Kalikuning Pacitan: Kulitnya Tipis, Buahnya Tak Gampang Merekah

MANISNYA KHAS: Salah satu yang khas dari durian pithi adalah panennya yang menunggu sampai buah jatuh. (Sri Mulyani/Jawa Pos Radar Pacitan) - Image

MANISNYA KHAS: Salah satu yang khas dari durian pithi adalah panennya yang menunggu sampai buah jatuh. (Sri Mulyani/Jawa Pos Radar Pacitan)

Sejumlah durian lokal berkualitas berasal dari Pacitan. Salah satunya adalah durian pithi asal Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan. Buah yang satu itu disebut punya rasa manis yang beda.

---

NAMA Desa Kalikuning begitu tersohor sebagai salah satu sentra penghasil durian di kabupaten pesisir selatan Jawa Timur (Jatim) tersebut. Label itu tersemat sejak dulu.

Di desa tersebut, begitu banyak pohon durian yang hingga kini berdiri tegak dan tentu saja berbuah lebat. Tidak sedikit di antaranya yang berusia uzur. Bahkan, ada yang usianya lebih dari 100 tahun.

Setiap pohon menghasilkan varietas lokal yang berbeda-beda. Baik bentuk fisik buah maupun cita rasanya. Masing-masing punya keunggulan. Karena beragam keunggulan itulah, tidak sedikit penggemar si raja buah yang rela datang langsung ke desa tersebut. Mereka berburu ke rumah sang pemilik pohon. Atau, terjun langsung ke kebun demi menikmati si raja buah secara langsung.

Salah satu varietas yang cukup populer di sana adalah pithi. Banyak juga yang menyebutnya durian kalikuning, disesuaikan dengan nama desa tersebut.

Menurut Kamed, warga Dusun Ngambar, Desa Kalikuning, ada sejumlah alasan yang membuat durian pithi dianggap istimewa. ”Salah satunya adalah kulit buah yang tipis, tapi berisi daging yang tebal,” katanya.

Kulit tipis itulah yang bikin durian pithi tidak gampang merekah. Rasa dan aromanya benar-benar terjaga. Karena itu, begitu si pithi dibelah, aroma wanginya merebak begitu kuat. Daging buahnya juga kesat. Penikmat durian pun tergoda untuk segera menyantapnya. ”Saat dicicipi, langsung terasa cita rasa manis legitnya. Khas durian Pacitan,” ujarnya.

Tidak jauh beda dengan varietas lokal lain di sana, durian pithi baru masak di pohon. Panennya menunggu buah jatuh. Faktor itulah yang membuat kualitasnya terjamin.

Hanya, sampai saat ini, tidak banyak yang tahu sejak kapan pohon durian pithi (dan juga varietas lokal asal Kalikuning) mulai ditanam. ”Pohonnya sudah turun-temurun,” jelasnya.


Namanya Sering Diubah Tengkulak







Durian di Pacitan tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya, Tulakan, Arjosari, dan Bandar. Namun, selama ini yang paling banyak menjadi jujukan adalah Tulakan.

Hanya, meski banyak yang berkualitas, durian asal Pacitan belum setenar durian lain. Sebab, untuk pemasarannya, sebagian petani masih mengandalkan para tengkulak. ’’Biasanya, kalau masa panen puncak, sehari bisa dua truk,’’ ungkap salah seorang petani durian asal Desa Kalikuning, Jumiatin.

Penjual sering mengubah identitas durian lokal Pacitan dengan durian lain yang lebih terkenal agar mudah laku.



Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore