alexametrics

Taman Botani Sukorambi, Perpaduan Nuansa Pegunungan dan Wahana Edukasi

4 Oktober 2020, 16:57:37 WIB

Destinasi ini menawarkan konsep yang berbeda dalam berwisata. Pengunjung diajak menikmati keindahan alam nan eksotis serta ragam wahana rekreasi edukatif. Selain itu, di sana juga ada sajian baru yang kini jadi ikon. Jazz tebing.

”BOY… Boy… Boy. Sini dong, Boy. Assalamualaikum Boy.” Panggilan itu diucapkan berkali-kali oleh Alvina Citra, salah seorang personel di Taman Botani, Sukorambi.

Tak lama berselang, satu per satu yang dipanggil ”Boy” mulai menghampirinya. Perempuan cantik itu lantas menjulurkan tanaman hijau-hijauan ke dekat mulut si Boy. Dan si Boy pun lahap menyantapnya.

Boy adalah panggilan sayang untuk rusa timur (Rusa timorensis), salah satu satwa di wahana wisata di Jember itu. ”Semua rusa dipanggil Boy. Panggilan itu awalnya dari perawat hewan di sini. Setiap dipanggil Boy, mereka selalu datang. Akhirnya semua dipanggil Boy,” kata Vina, panggilan akrab wanita tersebut.

Di taman wisata Botani Sukorambi juga terdapat begitu banyak satwa yang dipelihara. Ada ratusan kelinci, merak, kalkun, dan lainnya. Semua terawat dengan baik.

Hewan yang menggemaskan seperti kelinci kerap mencuri perhatian anak-anak. Kelinci jenis Himalayan, Netherland dwarf, Rex, New Zealand white (Hyla), Dutch, hingga Fuzzy lop juga ada.

Di sana juga ada wahana Taman Ikan Koi. Ikan hias yang dipercaya membawa keberuntungan tersebut tidak sekadar memanjakan mata karena warnanya yang indah. Namun, pengunjung juga merasakan sensasi dicium ikan koi.

Setiap ada yang menggenggam pakan dan mencelupkannya ke kolam, ratusan koi imut akan menyambar. Bahkan, tidak sedikit pengunjung mencelupkan kakinya agar bisa menikmati gigitan koi kecil, sekaligus untuk terapi.

Sebagaimana yang dilakukan Vindyantari, salah seorang pengunjung. Dia menyebutkan, berwisata di Taman Botani selalu seru. ”Seru dan asyiknya karena banyak hewan, apalagi bisa berdekatan langsung seperti digigit ikan koi,” kata karyawan di sebuah perguruan tinggi Jember tersebut.

Taman ikan koi itu tidak sekadar dijadikan wahana wisata, tapi juga untuk trigger budi daya ikan koi di Jember. ”Ikan koi menjadi simbol cinta dan persahabatan,” kata owner Taman Botani Sukorambi Febrian Kahar.

Di wahana itu, anak-anak bisa bermain dengan ratusan ikan koi di kolam sehingga ada interaksi dengan hewan-hewan. Adanya koi tersebut juga menjadi edukasi bagaimana pengembangan budi daya koi yang baik dan tepat.

Destinasi yang berjarak tempuh hanya 10 menit dari jantung kota Jember tersebut memang menyajikan cara berbeda dalam berwisata. Konsep wisata alam edukatif yang unik. Berwisata sambil belajar dari alam.

Tanaman hidroponik menjadi pembuka pintu masuk Taman Botani. Setelah itu, para pengunjung bisa menikmati seluruh wahana yang tersaji di sana. Baik aneka flora maupun satwa. Keeksotisan pemandangan Pegunungan Argopuro dan hamparan lahan pertanian juga menjadi daya tarik tersendiri.

Tak hanya jadi destinasi wisata, Taman Botani ternyata juga jadi wahana berkumpulnya para musisi asal Jember. Sebab, di sana ada sebuah sajian baru. Namanya Jazz Tebing. Secara bergiliran, para musisi berkesempatan tampil. Kini, event rutin itu telah menjadi ikon baru.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : dwi/c12/ris




Close Ads