
KONSISTENSI: Akbar Tandjung saat ditemui di kantor Akbar Tandjung Institute pada Selasa (18/8). Akbar saat ini masih aktif melakukan kegiatan politik sebagai ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar. ( HENDRA EKA/JAWA POS)
Kiprah Djandji Akbar Tandjung tidak hanya diingat di level Partai Golongan Karya (Golkar) maupun pemerintahan. Di dunia pergerakan mahasiswa, namanya sudah lama bergaung. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Khafidlul Ulum dengan Akbar pada Selasa (18/8).
---
Aktivitas rutin apa yang Anda lakukan, apakah Anda berolahraga rutin?
Saya aktif berolahraga. Sebelumnya saya aktif berenang. Tapi, beberapa bulan terakhir, saya jalan pagi di GBK. Setiap pagi, setiap hari praktis. Alhamdulillah. Sesuai saran dokter, setiap periodik diperiksa. Walaupun ada turunan gula, dengan adanya olahraga teratur, hasil pemeriksaan kesehatan baik. Saya putar GBK lima kali. Satu putaran kan 1,2 kilometer, jadi total 6 kilometer setiap hari.
Bagaimana Anda menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19?
Saya mengikuti pendapat dokter dan istri saya ketat mengawasi sehingga hasil pemeriksaan baik, jadi tidak sampai dibawa ke rumah sakit. Dokter pribadi saya adalah kawan saya kuliah UI. Saya di teknik, dia di kedokteran, sekarang sudah profesor. Sebagai kawan, dia yang mengawasi. Saya dan karyawan sudah rapid test, hasilnya baik, tidak ada yang terdampak.
Seperti apa aktivitas Anda di Akbar Tandjung Institute?
Akbar Tandjung Institute mempunyai program Sekolah Kepemimpinan Politik Bangsa (SKPB). Pesertanya adalah aktivis-aktivis dari organisasi mahasiswa yang berasal dari Kelompok Cipayung. Saya kan pendiri Kelompok Cipayung. Dalam program itu, saya juga mengundang Kelompok Cipayung, tapi ada juga IMM, kelompok mahasiswa Hindu. Ini untuk melanjutkan tema utama yang menjadi tema ketika kami mendirikan Kelompok Cipayung pada 1972. Tema utama, Indonesia yang kita cita-citakan.
Photo
KONSISTENSI: Akbar Tandjung saat terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar setelah memenangi Musyawarah Nasional Partai Golkar pada 11 Juli 1998. (AFP)
Seperti apa kiprah Anda di organisasi dan awal masuk Golkar?
Saya masuk organisasi, terutama HMI, diawali kekaguman saya terhadap organisasi itu. Saya melihat organisasi HMI memiliki militansi, waktu itu juga mengalami tekanan dari komunis. Ketika masuk UI pada 1964, saya langsung bergabung dengan HMI. Setelah itu terjadi peristiwa 1965, saya masuk KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia, Red) dalam rangka menentang G 30 S PKI, termasuk terlibat dalam munculnya Tritura. Setelah selesai di HMI pada 1974, saya melanjutkan bergabung dengan Golkar karena saya sudah dekat dengan pemuda Golkar. Pada Pemilu 1977, saya ikut sebagai calon anggota legislatif DPR di dapil Jatim atas rekomendasi Ketua Umum Amir Moertono. Saya calon nomor urut 25. Saya khawatir apa bisa dapat (kursi). Di dapil Jatim Golkar ternyata mendapat 32 kursi, saya 25, jadilah saya.
Di Golkar, Anda pernah menjadi ketua umum partai dan menghadapi ancaman pembubaran, bagaimana Anda menyikapinya?
Pemilu 1999, Golkar berada dalam tekanan politik, terutama bagi yang tidak suka Soeharto. Bahkan, Gus Dur selaku presiden mengeluarkan dekrit, dalam satu diktum mengarah ke pembubaran Golkar. Sebagai pimpinan partai, saya berkirim surat ke MA yang pada waktu itu dipimpin Bagir Manan. Paginya, keluar fatwa hukum MA yang isinya presiden tidak mempunyai hak membubarkan partai karena diatur dalam undang-undang. MPR dalam sidang istimewa kemudian mengeluarkan satu putusan yang intinya mencabut mandat Gus Dur sebagai presiden. Dengan begitu, malamnya Gus Dur meninggalkan istana. Memang tragis betul, tapi itu menjadi pengalaman. Namun, kepada pribadi dan keluarga Gus Dur, hubungan saya sangat baik.
Apakah anak-anak Anda aktif di partai politik?
Anak saya yang pertama, Fitri Krisnawati. Bulan-bulan terakhir saya ajak ke Golkar, sekarang sudah menjadi pengurus di bidang pendidikan. Sebelumnya dia menjadi guru. Saya lihat dia punya potensi di kepemimpinan, maka saya ajak ke Golkar. Dia juga rajin ikut pertemuan. Tentu saya akan dorong terus ke depan. Mudah-mudahan ada peluang ikut calon anggota legislatif.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vukAOHnV6lM

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
