
Stafsus Menhan Lenis Kogoya usulkan izin tambang rakyat untuk OAP setelah pembantaian pendulang emas di Yahukimo. (Bayu Putra/Jawa Pos)
SETELAH unjuk rasa yang diwarnai aksi anarkistis, kondisi Papua belakangan berangsur kondusif. Namun, harus ada komitmen bersama agar potensi kejadian serupa bisa dicegah. Berikut perbincangan wartawan Jawa Pos Bayu Putra dengan Lenis Kogoya, ketua Masyarakat Adat Tanah Papua (MATP) yang juga staf khusus presiden untuk Papua, pada Senin (2/9).
---
Bagaimana kecenderungan kondisi di Papua dan Papua Barat saat ini?
Sebenarnya kondisinya sudah kondusif dan bagus. Masyarakat sudah kasih pulang (bisa pulang). Kalau bisa, demi kedamaian, kita damai saja. Jangan sampai ada sweeping terhadap masyarakat pendatang karena nanti timbul masalah. Lalu, pemerintah daerah dan tokoh agama beserta tokoh adat sudah duduk bersama untuk mendamaikan situasi.
Apa komunikasi terakhir Anda dengan masyarakat Papua, khususnya di kalangan adat?
Saya sudah coba kendalikan setiap kelompok atau koordinator lapangan. Mereka sudah mengerti dan mudah-mudahan tidak bergejolak lagi. Sekarang kuncinya, kita ini negara hukum. Penyampaian aspirasi itu dilindungi undang-undang. Para pelanggar pidana dalam kejadian-kejadian di Papua harus ditindak dengan perlakuan yang sama seperti penegakan hukum di Jawa. Jangan ada perbedaan perlakuan.
Adakah pihak - pihak yang berusaha memprovokasi?
Itulah tugas kepolisian untuk mengusutnya. Saya tidak akan masuk ke ranah tersebut. Tugas saya adalah mengendalikan daerah dan masyarakat agar tercipta kedamaian. Sudah ada komitmen dari masyarakat di Papua untuk berupaya menenangkan situasi di wilayah masing-masing.
Apakah ada aspirasi khusus yang disampaikan kepada Anda setelah kerusuhan terjadi?
Saat ini aspirasi dari sana adalah mencari solusi lain. Misalnya, kita melibatkan pemerintah dalam upaya membuat Papua kembali kondusif. Jangan sampai terjadi lagi peristiwa semacam ini karena bisa berbahaya. Masyarakat akan tetap waspada sebelum terjadi hal-hal semacam ini.
Saran Anda kepada pemerintah untuk mengendalikan situasi?
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua wajib menenangkan rakyat. Jangan sampai terulang lagi. Kasihan masyarakat yang tidak tahu apa-apa diajak, lalu bersama-sama membakar fasilitas umum. Lalu, ada lagi kios-kios milik masyarakat kecil yang dibakar. Padahal, mereka tidak tahu-menahu soal ini. Karena itulah, masyarakat kecil, khususnya pedagang, kecewa. Apalagi, harta benda mereka habis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022