
Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusuf Singka. (Ferlynda Putri/Jawa Pos)
KESEHATAN menjadi salah satu faktor suksesnya penyelenggaraan ibadah haji. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun berupaya agar layanan kesehatan pada jamaah haji tahun ini lebih baik. Kepala Pusat Kesehatan Haji dr Eka Jusuf Singka kemarin (2/8) menceritakan berbagai upaya Kemenkes untuk turut menyukseskan ibadah haji kepada wartawan Jawa Pos Ferlynda Putri.
---
Apakah ada inovasi dalam pelayanan haji tahun ini?
Inovasi baru, antara lain, membentuk gerakan minum air bersama. Itu merupakan langkah konkret untuk menghindari dehidrasi. Manfaat lainnya adalah mengatasi penyakit akibat tidak seimbangnya cairan dan metabolisme tubuh. Sampai saat ini, Kemenkes yang diwakili Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di kloter, tim promotif preventif, dan tim gerak cepat melakukan upaya pembinaan, pelayanan, serta perlindungan kesehatan kepada jamaah haji Indonesia.
Bagaimana dengan fasilitas kesehatan yang sudah disiapkan?
Fasilitas kesehatan ini dilengkapi unit gawat darurat (UGD), intensive care unit (ICU), dan ruang perawatan dengan daya tampung memadai. Kelebihannya, sudah dipisahkan antara ruang rawat inap laki-laki dan perempuan. Selain itu, tersedia ruang rawat inap psikiatri. Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dilengkapi apotek, laboratorium, radiologi, fasilitas rujukan, dan tiga ambulans yang siaga 24 jam. Tersedia pula poliklinik umum dan poliklinik gigi.
Penyakit apa yang kerap diderita jamaah?
Penyakit terbanyak adalah kambuhnya penyakit jantung. Biasanya kambuh karena jamaah haji kelelahan. Saat kambuh, penyakitnya semakin berat. Sebagian tidak dapat ditolong. Sampai saat ini, dokter kloter memberikan pengobatan terhadap 119.988 kunjungan jamaah haji di kloter. Jumlah jamaah haji yang dirawat di KKHI Madinah sampai saat ini 416 orang. Yang dirujuk ke RS Arab Saudi di Madinah 140 jamaah. Sembilan belas jamaah masih dirawat. Untuk di Makkah, kami sudah merawat 366 jamaah. Sebanyak 266 orang sudah kembali baik dan sisanya masih dirawat.
Kalau melihat jumlah jamaah haji dan usianya, apakah yang mendapat perawatan kesehatan bakal lebih banyak?
Tahun ini, jumlahnya meningkat jadi 231.000 jamaah haji. Dengan usia lanjut yang juga lebih banyak. Tentu peluang menderita penyakit semakin besar, apalagi jika tidak didukung kesadaran atau perilaku jamaah yang positif terhadap kesehatan. Tantangan kami adalah membentuk perilaku sehat dari jamaah haji. Belum banyak jamaah yang menyadari pentingnya kesehatan dalam beribadah haji. Untuk itu, saya mohon semua pihak membantu agar jamaah haji lebih aware dengan kesehatannya. Sebab, jika tidak sehat, ibadahnya tidak bisa lancar.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
