
Fadly Rahman. (www.unpad.ac.id)
KITA patut bersyukur karena Kerajaan Mataram pernah berada atau pindah ke daerah Alas Mentaok. Tempat yang ditumbuhi banyak pohon nangka itu menjadi cikal bakal gudeg. Ya, kuliner khas Jogjakarta tersebut memang berbahan baku nangka muda atau gori.
"Hangudeg itu teknik memasak,” kata Fadly Rahman, sejarawan Universitas Padjadjaran, kepada Jawa Pos pada Jumat (4/3). Makanan itu, konon, awalnya dinikmati para pekerja. Karena jumlah mereka banyak, sekali masak pun banyak pula.
Lalu, untuk mengaduk masakan itu, si juru masak menggunakan centong kayu besar. Proses itulah yang dinamakan hangudeg alias mengaduk.
Hangudeg jarang ditemukan dalam percakapan orang Jogjakarta masa kini. "Memang bahasa itu ada perubahan,” tutur Fadly. Namun, dalam percakapan sekarang ada kata yang mirip, yakni ngudak atau mengaduk.
"Pada abad ke-16 populer untuk sajian di Kerajaan Mataram,” imbuhnya.
Sampai saat ini, gudeg menjadi ciri khas Kota Pelajar tersebut. Bisa menjadi buah tangan bagi para pelancong yang hendak kembali ke tempat asalnya. Saking populernya, gudeg tidak lagi hanya bisa ditemukan di Jogjakarta. Di wilayah mana pun di Indonesia, penjual gudeg tidak sulit ditemukan. Namun, cita rasanya mungkin juga tidak sama.
’’Di luar Jogja, gudeg tidak terlalu manis,” ucap Fadly. Di Jakarta, misalnya. Kota besar yang menjadi miniatur Indonesia itu menjadi rumah bagi para pendatang dari berbagai penjuru negeri. Tidak mudah membuat makanan khas yang bisa diterima lidah warga Jakarta. Termasuk gudeg.
Maka, apa yang dilakukan Tinah dalam mengolah gudeg merupakan tindakan kreatif yang menguntungkan. Sebab, rasa baru yang Tinah hasilkan membuat Gudeg Jogja Bu Tinah mendapatkan tempat di hati para pencinta kuliner ibu kota.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
