
Ilustrasi dramatis HMS Erebus atau Terror yang terjebak di Arktik ini menggambarkan momen genting dalam ekspedisi Franklin tahun 1845. (Dok.theheritageportal.co.za)
JawaPos.com - Pada tahun 1845, dua kapal milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Erebus dan HMS Terror, berlayar dari Inggris dalam misi ambisius untuk menemukan Jalur Barat Laut (Northwest Passage) yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik melalui wilayah Arktik.
Dipimpin oleh Sir John Franklin, ekspedisi ini membawa 129 awak kapal dan persediaan untuk bertahan selama tiga tahun. Namun, tak satu pun dari mereka kembali hidup. Kedua kapal tersebut terakhir terlihat oleh kapal penangkap ikan paus di perairan Baffin Bay, Kanada. Setelah itu, mereka menghilang tanpa jejak.
Selama lebih dari satu abad, ekspedisi Franklin menjadi misteri besar dalam sejarah maritim. Banyak ekspedisi pencarian dilakukan, namun hasilnya nihil.
Sampai pada akhinrnya, ada penemuan bangkai kapal Erebus pada 2014 dan Terror pada 2016 di perairan dangkal dekat Pulau King William, Nunavut, Kanada. Penemuan ini membuka kembali penyelidikan terhadap nasib para awak kapal.
Berdasarkan catatan yang ditemukan dalam tumpukan batu (cairn) di Pulau King William, diketahui bahwa pada April 1848, kedua kapal terjebak es selama lebih dari satu tahun. Sebanyak 105 awak yang tersisa memutuskan untuk meninggalkan kapal dan mencoba berjalan kaki menuju daratan, namun tidak pernah sampai.
Salah satu catatan yang ditulis oleh Kapten James Fitzjames menyebutkan, “Sir John Franklin wafat pada tanggal 11 Juni 1847. Total kematian hingga saat ini adalah 9 perwira dan 15 awak.” Catatan ini menjadi satu-satunya bukti tertulis yang ditemukan dari ekspedisi tersebut, dan memberikan gambaran suram tentang kondisi mereka saat itu.
Penelitian terbaru oleh tim arkeolog dari Parks Canada menemukan artefak baru dari HMS Erebus. Dalam kabin seorang perwira, mereka menemukan barang-barang pribadi seperti alat navigasi, buku, dan perlengkapan ilmiah yang diyakini milik Letnan Kedua Henry Dundas Le Vesconte. Penemuan ini memberikan wawasan tentang kehidupan sehari-hari para awak sebelum tragedi terjadi.
Lebih mengejutkan lagi, studi forensik terhadap tulang-belulang yang ditemukan menunjukkan adanya tanda-tanda kanibalisme. Para peneliti dari Journal of Archaeological Science Reports menyimpulkan bahwa beberapa awak kemungkinan besar terpaksa memakan rekan mereka demi bertahan hidup.
“Tulang rahang James Fitzjames menunjukkan bekas pemotongan yang tidak wajar,” ungkap laporan tersebut.
Ekspedisi ini tidak hanya menjadi tragedi kemanusiaan, tetapi juga simbol dari ambisi kolonial dan keterbatasan teknologi pada masa itu. Meskipun dilengkapi dengan kapal berlapis baja dan mesin uap, mereka tetap tak berdaya menghadapi kerasnya musim dingin Arktik yang ekstrem.
Lady Jane Franklin, istri dari Sir John Franklin, menghabiskan sisa hidupnya memperjuangkan pencarian suaminya. Ia bahkan mendanai beberapa ekspedisi pencarian dan menjadi simbol keteguhan hati dalam menghadapi ketidakpastian.
“Saya tidak akan berhenti sampai saya tahu nasib suami saya,” tulisnya dalam surat yang kini tersimpan di arsip nasional Inggris.
Baca Juga: Gunung Berapi Hayli Gubbi di Ethiopia Meletus Setelah 12.000 Tahun, Ganggu Jalur Udara Internasional
Penemuan bangkai kapal Erebus dan Terror menjadi titik terang dalam sejarah yang lama terkubur. Teknologi modern seperti sonar dan kendaraan bawah laut tanpa awak (ROV) memainkan peran penting dalam mengungkap lokasi kapal yang selama ini tersembunyi di bawah es dan lumpur.
Kini, situs bangkai kapal tersebut dilindungi sebagai bagian dari Taman Sejarah Nasional oleh pemerintah Kanada. Penelitian terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak kisah dari ekspedisi ini, termasuk identitas para awak yang gugur dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi ekstrem.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022