Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 November 2025 | 16.00 WIB

Ekspedisi Franklin 1845, Petualangan Terakhir HMS Erebus dan HMS Terror

Ilustrasi dramatis HMS Erebus atau Terror yang terjebak di Arktik ini menggambarkan momen genting dalam ekspedisi Franklin tahun 1845. (Dok.theheritageportal.co.za) - Image

Ilustrasi dramatis HMS Erebus atau Terror yang terjebak di Arktik ini menggambarkan momen genting dalam ekspedisi Franklin tahun 1845. (Dok.theheritageportal.co.za)

JawaPos.com - Pada tahun 1845, dua kapal milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Erebus dan HMS Terror, berlayar dari Inggris dalam misi ambisius untuk menemukan Jalur Barat Laut (Northwest Passage) yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik melalui wilayah Arktik.

Dipimpin oleh Sir John Franklin, ekspedisi ini membawa 129 awak kapal dan persediaan untuk bertahan selama tiga tahun. Namun, tak satu pun dari mereka kembali hidup. Kedua kapal tersebut terakhir terlihat oleh kapal penangkap ikan paus di perairan Baffin Bay, Kanada. Setelah itu, mereka menghilang tanpa jejak.

Selama lebih dari satu abad, ekspedisi Franklin menjadi misteri besar dalam sejarah maritim. Banyak ekspedisi pencarian dilakukan, namun hasilnya nihil.

Sampai pada akhinrnya, ada penemuan bangkai kapal Erebus pada 2014 dan Terror pada 2016 di perairan dangkal dekat Pulau King William, Nunavut, Kanada. Penemuan ini membuka kembali penyelidikan terhadap nasib para awak kapal.

Berdasarkan catatan yang ditemukan dalam tumpukan batu (cairn) di Pulau King William, diketahui bahwa pada April 1848, kedua kapal terjebak es selama lebih dari satu tahun. Sebanyak 105 awak yang tersisa memutuskan untuk meninggalkan kapal dan mencoba berjalan kaki menuju daratan, namun tidak pernah sampai.

Salah satu catatan yang ditulis oleh Kapten James Fitzjames menyebutkan, “Sir John Franklin wafat pada tanggal 11 Juni 1847. Total kematian hingga saat ini adalah 9 perwira dan 15 awak.” Catatan ini menjadi satu-satunya bukti tertulis yang ditemukan dari ekspedisi tersebut, dan memberikan gambaran suram tentang kondisi mereka saat itu.

Penelitian terbaru oleh tim arkeolog dari Parks Canada menemukan artefak baru dari HMS Erebus. Dalam kabin seorang perwira, mereka menemukan barang-barang pribadi seperti alat navigasi, buku, dan perlengkapan ilmiah yang diyakini milik Letnan Kedua Henry Dundas Le Vesconte. Penemuan ini memberikan wawasan tentang kehidupan sehari-hari para awak sebelum tragedi terjadi.

Lebih mengejutkan lagi, studi forensik terhadap tulang-belulang yang ditemukan menunjukkan adanya tanda-tanda kanibalisme. Para peneliti dari Journal of Archaeological Science Reports menyimpulkan bahwa beberapa awak kemungkinan besar terpaksa memakan rekan mereka demi bertahan hidup.

“Tulang rahang James Fitzjames menunjukkan bekas pemotongan yang tidak wajar,” ungkap laporan tersebut.

Ekspedisi ini tidak hanya menjadi tragedi kemanusiaan, tetapi juga simbol dari ambisi kolonial dan keterbatasan teknologi pada masa itu. Meskipun dilengkapi dengan kapal berlapis baja dan mesin uap, mereka tetap tak berdaya menghadapi kerasnya musim dingin Arktik yang ekstrem.

Lady Jane Franklin, istri dari Sir John Franklin, menghabiskan sisa hidupnya memperjuangkan pencarian suaminya. Ia bahkan mendanai beberapa ekspedisi pencarian dan menjadi simbol keteguhan hati dalam menghadapi ketidakpastian.

“Saya tidak akan berhenti sampai saya tahu nasib suami saya,” tulisnya dalam surat yang kini tersimpan di arsip nasional Inggris.

Penemuan bangkai kapal Erebus dan Terror menjadi titik terang dalam sejarah yang lama terkubur. Teknologi modern seperti sonar dan kendaraan bawah laut tanpa awak (ROV) memainkan peran penting dalam mengungkap lokasi kapal yang selama ini tersembunyi di bawah es dan lumpur.

Kini, situs bangkai kapal tersebut dilindungi sebagai bagian dari Taman Sejarah Nasional oleh pemerintah Kanada. Penelitian terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak kisah dari ekspedisi ini, termasuk identitas para awak yang gugur dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi ekstrem.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore