
Ilustrasi terminal baru di Bandara Narita yang dijadwalkan mulai beroperasi pada dekade 2030-an. (Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang/Kyodo)
JawaPos.com - Bandara Narita di Jepang berencana menyatukan tiga terminal yang ada saat ini menjadi satu terminal terintegrasi pada 2030-an. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan pergerakan penumpang sekaligus memperkuat daya saing Narita sebagai pusat penerbangan internasional di Asia.
Dilansir dari Kyodo, Senin (2/11), rencana itu sejalan dengan pengembangan landasan pacu baru dan perluasan landasan yang ditargetkan meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat di Bandara Narita dari 340 ribu menjadi 500 ribu penerbangan per tahun.
"Kami ingin meningkatkan kenyamanan bagi penumpang, termasuk mereka yang melakukan penerbangan lanjutan," kata seorang pejabat Narita International Airport Corp.
Rencana penguatan fasilitas Bandara Narita telah dibahas oleh pengelola bandara bersama Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang serta pihak terkait lainnya dalam pertemuan pada Juli.
Sejak dibuka pada Mei 1978, Bandara Narita terus berkembang dengan penambahan berbagai fasilitas, termasuk terminal baru. Namun, penumpang yang melakukan transit masih menghadapi kendala karena harus berpindah antarterminal menggunakan bus.
Dalam rencana terbaru, terminal baru dengan gerbang keberangkatan tambahan akan dibangun di antara Terminal 1 dan Terminal 2 pada 2030-an. Terminal tersebut akan terhubung dengan fasilitas yang sudah ada melalui jalur penghubung.
Fasilitas baru itu selanjutnya akan diperluas secara bertahap. Fungsi bea cukai dan layanan lainnya juga akan dikonsolidasikan hingga pada akhirnya Bandara Narita menjadi bandara dengan satu terminal terintegrasi. Jadwal pembangunan proyek tersebut belum ditetapkan.
Setelah terminal baru selesai, luas lantai Bandara Narita diperkirakan meningkat dari 970 ribu meter persegi menjadi sekitar 1,1 juta meter persegi.
Bandara Narita juga mempertimbangkan penggunaan sistem transportasi penumpang otomatis atau people mover, seperti yang digunakan di Bandara Internasional Hamad, Qatar. Sistem itu akan membantu perjalanan penumpang dari sisi timur ke barat bandara dengan jarak mencapai sekitar 2 kilometer.
Selain meningkatkan kapasitas penerbangan, pengembangan tersebut diproyeksikan menaikkan jumlah penumpang tahunan Bandara Narita dari 57 juta menjadi 75 juta orang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022