
Ilustrasi antrean kendaraan di pelabuhan Merak, Banten. (dok. ASDP)
JawaPos.com - Penyeberangan Merak–Bakauheni adalah urat nadi utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera.
Setiap hari, ribuan kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik bergantian masuk ke kapal feri demi menjaga mobilitas orang dan barang tetap berjalan.
Namun di balik perannya yang krusial, rute ini juga identik dengan satu masalah klasik: kepadatan pelabuhan.
Bagi masyarakat yang sedang mempersiapkan perjalanan ke Sumatera, memahami waktu-waktu rawan antrean di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga efisiensi waktu, biaya, dan tenaga.
Salah pilih jam berangkat, perjalanan bisa molor berjam-jam bahkan terjebak kemacetan panjang di luar area pelabuhan.
Agar perjalanan lebih terencana, berikut rangkuman 6 waktu paling padat di Pelabuhan Merak–Bakauheni yang perlu diwaspadai, lengkap dengan konteks dan tips agar penyeberangan tetap lancar.
Malam hari menjadi favorit banyak pengguna jasa penyeberangan. Selepas pukul 20.00 WIB, volume kendaraan mulai meningkat signifikan.
Arus ini didominasi kendaraan pribadi dari Jabodetabek, bus antarkota, serta truk logistik yang memilih berangkat malam untuk menghindari panas dan tiba di tujuan pada pagi hari.
Di jam ini, antrean mulai terbentuk sejak pintu masuk pelabuhan. Meski belum mencapai puncak terparah, waktu tunggu bisa bertambah jika kapal penuh atau terjadi keterlambatan sandar.
Catatan penting, jika berangkat malam, pastikan sudah memiliki tiket Ferizy sesuai jam keberangkatan agar tidak terhambat di area skrining.
Inilah periode paling krusial di Pelabuhan Merak–Bakauheni. Antara tengah malam hingga subuh, kepadatan biasanya mencapai titik tertinggi.
Kapal feri memang beroperasi rutin setiap jam, tetapi lonjakan kendaraan sering kali lebih cepat dibanding kapasitas angkut.
Truk logistik mendominasi jam ini, disusul bus malam dan kendaraan pribadi jarak jauh. Tak jarang, antrean mengular hingga keluar area pelabuhan, terutama di hari-hari dengan volume tinggi.
Bagi pemudik atau pelancong keluarga, waktu ini sebaiknya dihindari jika tidak ingin kelelahan sebelum perjalanan panjang di Sumatera.
Memasuki Jumat malam, karakter kepadatan mulai berubah. Selain kendaraan logistik, arus wisatawan dan pelaku perjalanan akhir pekan ikut meramaikan pelabuhan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
