Ilustrasi: PO AKAS ASRI. (Railway Enthusiast Digest)
JawaPos.com - Ketersediaan bus antarkota di jalur Pantura Timur Jawa Timur kerap menjadi pertanyaan, terutama bagi penumpang yang mengandalkan transportasi umum untuk mobilitas harian maupun perjalanan lanjutan ke Banyuwangi dan Bali.
Salah satu rute yang sering dipertanyakan adalah Probolinggo–Situbondo.
Meski tidak seramai dulu, faktanya rute ini masih dilayani sejumlah PO bus, baik yang menjadikannya sebagai trayek utama maupun sekadar lintasan.
Perbedaannya terletak pada kepastian jadwal dan sistem naik penumpang, yang perlu dipahami sejak awal. Untuk menjawab kebutuhan informasi tersebut, berikut 5 PO bus yang masih rutin melintas dan melayani rute Probolinggo–Situbondo, sehingga bisa menjadi rujukan sebelum berangkat.
AKAS ASRI masih menjadi tulang punggung angkutan darat Probolinggo–Situbondo. PO ini mengoperasikan bus AKDP kelas Bisnis dengan konfigurasi kursi 2-2 dan dikenal memiliki frekuensi keberangkatan tinggi.
Armada AKAS ASRI beroperasi hampir sepanjang hari, sehingga penumpang tidak terlalu bergantung pada jam tertentu. Bus ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, pekerja, hingga penumpang lanjutan menuju wilayah tapal kuda.
Dari sisi kepastian, AKAS ASRI tergolong paling mudah ditemukan dan relatif stabil dibanding PO lainnya.
Masih dari jalur yang sama, AKAS IV juga tercatat rutin nge-line di lintasan Probolinggo–Situbondo. Kelas layanan yang disediakan umumnya Bisnis seat 2-2, dengan pola operasi yang mirip AKAS ASRI.
Bus ini banyak beroperasi pada jam-jam padat, terutama sore hingga malam hari. Meski fasilitasnya sederhana, AKAS IV tetap menjadi pilihan karena jadwalnya cenderung lebih bisa diprediksi.
Keberadaan AKAS IV menegaskan bahwa rute Probolinggo–Situbondo masih memiliki permintaan yang cukup stabil.
Gunung Harta termasuk bus jarak jauh yang cukup konsisten melintas di jalur Probolinggo–Situbondo. Armada ini merupakan bagian dari trayek panjang Jepara–Denpasar.
Bus yang lewat umumnya menggunakan kelas Eksekutif dengan seat 2-2, sehingga menawarkan kenyamanan lebih untuk perjalanan malam. Namun karena statusnya bus perlintasan, jam kedatangan tidak baku dan sangat bergantung pada kondisi lalu lintas.
Meski begitu, hampir setiap hari Gunung Harta tetap melintas, membuatnya sering dimanfaatkan penumpang jarak pendek.
Nama Kramat Djati juga masih aktif di jalur Pantura Timur, termasuk lintasan Probolinggo–Situbondo. Bus ini merupakan armada Tegal–Denpasar yang secara rutin melewati wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Dengan kelas Eksekutif seat 2-2, Kramat Djati menawarkan perjalanan yang relatif nyaman, terutama di malam hari. Namun seperti bus AKAP lainnya, keberangkatan tidak mengikat jadwal lokal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022