
Kampoeng Heritage Kajoetangan. (Kemenpar)
JawaPos.com - Jika kamu ingin liburan yang lebih menenangkan dan dekat dengan kehidupan lokal, Malang Raya punya banyak desa wisata yang siap memanjakan mata. Suasana sejuk, pemandangan rindang, dan keramahan penduduk membuat pengalaman berwisata terasa lebih hangat. Banyak desa wisata di kawasan ini yang menawarkan kombinasi alam, budaya, kuliner, serta aktivitas outdoor yang cocok untuk keluarga maupun solo traveler. Desember juga menjadi waktu yang tepat karena udara Malang terasa lebih dingin dan panorama hijau semakin menawan.
Desa Pujon Kidul yang terletak di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini dikenal sebagai destinasi keluarga yang menawarkan pemandangan sawah dan bukit. Harga masuk area wisata sekitar 10 ribu hingga 15 ribu per orang. Layanan yang tersedia cukup lengkap mulai dari area kuliner di Café Sawah, spot foto, ATV, hingga flying fox. Suasana pagi menjadi waktu terbaik untuk menikmati keindahan desa karena cahaya matahari jatuh lembut di hamparan sawah.
Berada di ketinggian lebih dari 2.100 meter, Desa Ngadas menawarkan pengalaman khas Tengger yang sejuk. Tidak ada tiket masuk khusus, namun pengunjung biasanya membayar kontribusi warga sebesar 10 ribu jika mengikuti tur budaya atau masuk area kebun tertentu. Di desa ini kamu bisa merasakan homestay hangat ala warga Tengger, mengikuti ritual lokal, hingga menjelajahi jalur menuju Bromo yang lebih tenang.
Desa Sanankerto di Turen dikenal berkat destinasi Andeman yang memiliki telaga jernih dikelilingi pepohonan besar. Tiket masuk kisaran 15 ribu pada weekday dan 20 ribu pada weekend. Fasilitasnya meliputi perahu, area bermain air, gazebo kayu, hingga jalur tracking ringan. Suasana desa yang asri membuatnya cocok untuk relaksasi sekaligus wisata keluarga.
Tulus Besar di Krajan punya daya tarik Panggung Budaya Terbuka. Desa ini dikenal sebagai desa seni yang masih melestarikan berbagai kesenian tradisional seperti, jaranan, tari, hingga hadrah yang masih rutin dipentaskan dalam acara-acara warga setempat. Desa berada di kaki gunung semeru, yang masih menawarkan nuansa syahdu pedesaan.
Desa ini sering dijadikan titik awal perjalanan ke Gunung Bromo karena pemandangannya yang sangat indah. Tidak ada tiket masuk desa, tetapi beberapa spot seperti air terjun Coban Pelangi menetapkan tiket sekitar 10 ribu hingga 15 ribu. Layanan desa mencakup homestay, jasa jeep, hingga pemandu trekking. Pagi hari adalah waktu ideal untuk melihat lanskap berkabut yang menambah kesan dramatis.
Masih berada di Malang Timur, Boon Pring menawarkan hutan bambu luas dengan suasana teduh. Tiket masuk 10 ribu pada weekday dan 15 ribu pada weekend. Pengunjung bisa menikmati fasilitas perahu, sepeda air, area foto, hingga jalur jalan kaki yang tertata rapi. Desa ini sangat cocok untuk wisata slow travel karena atmosfernya damai dan jauh dari keramaian.
Berbeda dari desa wisata berbasis alam, Kajoetangan Heritage menonjolkan arsitektur tempo dulu. Tiket masuk kisaran 5 ribu hingga 10 ribu. Pengunjung dapat menikmati tur kampung, galeri foto sejarah, toko kerajinan, hingga kuliner jadul. Desa ini menawarkan layanan pemandu yang menjelaskan sejarah Malang dari masa ke masa. Sore hari adalah waktu terbaik karena suasana kampung terasa lebih hidup namun tetap nyaman.
Desa wisata di Malang Raya memiliki karakter berbeda yang bisa disesuaikan dengan preferensi pengunjung. Ada yang fokus pada alam, ada yang menonjolkan budaya, ada pula yang menggabungkan keduanya. Keunikan ini membuat Malang menjadi destinasi lengkap bagi wisatawan yang ingin eksplorasi lebih mendalam.
Jika kamu suka fotografi, desa wisata juga menawarkan spot yang sangat fotogenik. Mulai dari lanskap sawah di Pujon Kidul, kabut pegunungan Gubugklakah, hingga hutan bambu Boon Pring. Semua lokasi memberikan hasil foto yang natural dan estetik tanpa perlu banyak sentuhan editing.
Dengan banyaknya pilihan desa wisata, kamu bisa membuat itinerary khusus yang menggabungkan alam, budaya, dan edukasi. Setiap desa punya cerita yang layak dijelajahi. Liburan pun terasa lebih bermakna dan jauh dari hiruk pikuk kota.
Itulah rekomendasi tujuh desa wisata di Malang Raya yang bisa kamu kunjungi kapan saja. Masing-masing memiliki daya tarik unik dengan suasana khas pedesaan yang menenangkan. Cocok untuk liburan keluarga, healing, atau sekadar melepas penat sejenak dari rutinitas yang padat. Semoga artikel ini membantumu menentukan destinasi berikutnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
