
Suasana wisata Umbul Kapilaler di Klaten, Jawa Tengah. (Instagram @hangoutsolo)
JawaPos.com - Di tengah hamparan hijau pedesaan Polanharjo, Kabupaten Klaten, mengalir sumber kehidupan yang telah lama menjadi kebanggaan warga lokal: Umbul Sigedang-Kapilaler.
Dua mata air alami ini menawarkan kesejukan yang tak hanya menyegarkan tubuh, tapi juga membawa pengalaman khas peradaban air Jawa yang bertahan hingga kini.
Terletak di Dusun Umbulsari, Desa Ponggok, kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat mata air terbesar di Klaten.
Airnya jernih, mengalir langsung dari sumber alami, membuat banyak pengunjung menyebut tempat ini sebagai “panggon ciblon” atau tempat bermain air.
Tanpa filter tambahan, beningnya air begitu transparan hingga dasar kolam terlihat jelas, memantulkan cahaya matahari pagi yang menembus sela-sela pepohonan.
Dengan harga tiket masuk Rp10.000, pengunjung sudah mendapatkan sebotol air mineral kecil sebagai simbol kesegaran khas Umbul Sigedang-Kapilaler.
Di sekitar kolam, pengelola juga menyediakan penyewaan ban dan pelampung seharga Rp5.000, menjadikan pengalaman mandi di sini terasa santai dan akrab bagi semua usia.
Kawasan ini terdiri dari dua kolam utama. Di sisi barat, terdapat Umbul Kapilaler, tempat favorit untuk berendam dan bermain air karena alirannya yang lebih tenang.
Sementara di sisi timur, Umbul Sigedang menawarkan arus yang sedikit lebih deras, cocok bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi menyelam di air alami yang benar-benar dingin dan menyegarkan.
Buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, Umbul Sigedang-Kapilaler ramai dikunjungi terutama pada akhir pekan. Namun, ketenangan dan suasana alami masih menjadi daya tarik utama.
Tidak ada musik keras atau wahana buatan, hanya suara air yang mengalir lembut, tawa pengunjung, dan kesejukan alam yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
Selain menjadi tempat wisata, lokasi ini juga menjadi bagian penting dari ekosistem sumber air di Klaten.
Banyak warga sekitar yang menggantungkan hidup pada keberadaan umbul ini, baik melalui sektor wisata maupun kebutuhan air bersih.
Air yang jernih dan terus mengalir sepanjang tahun menjadi simbol keberlanjutan alam sekaligus berkah bagi masyarakat setempat.
Keaslian mata air inilah yang menjadikan Umbul Sigedang-Kapilaler berbeda dari tempat pemandian buatan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
