
George Town bukan sekadar kota wisata biasa, tetapi perpaduan dari sejarah, budaya, dan modernitas. (Klook Travel)
JawaPos.com - George Town di Pulau Penang, Malaysia, adalah salah satu destinasi wisata yang kaya akan pesona sejarah dan budaya. Kota ini ibarat sebuah kanvas besar yang menampilkan perpaduan harmonis budaya Melayu, Tionghoa, India, dan Eropa.
Dikutip dari Bafageh Tour and Travel, George Town telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2008, berkat arsitektur kolonialnya yang terawat, mural jalanan yang memikat, hingga kuliner jalanan yang terkenal lezat. Berjalan-jalan di kota ini seperti menyusuri lorong waktu, di mana tradisi lama berpadu manis dengan gaya hidup modern.
Cheong Fatt Tze Mansion
Salah satu ikon yang tak boleh dilewatkan adalah Cheong Fatt Tze Mansion. Dilansir dari Hotels.com, bangunan megah bergaya abad ke-19 ini langsung mencuri perhatian dengan arsitektur biru indigo yang ekspresif.
Rumah besar bergaya Hakka-Teochew ini sempat hampir hancur, namun pada 1990-an diselamatkan melalui proyek konservasi dan kini berfungsi sebagai hotel butik bersejarah. Upaya pelestariannya bahkan memenangkan berbagai penghargaan arsitektur internasional.
Bangunan ini juga telah menjadi lokasi syuting film dunia, mulai dari film Prancis pemenang Oscar Indochine (1993) hingga film The Blue Mansion (2009). Di dalamnya, pengunjung bisa menemukan 38 kamar yang menampilkan kaca patri bergaya art-nouveau, lantai ubin khas Peranakan, 220 jendela kayu, 7 tangga, serta 5 halaman berlapis granit. Wisatawan bisa mengikuti tur berpemandu selama satu jam atau bahkan menginap di hotel butik ini untuk merasakan atmosfer klasiknya secara langsung.
Pinang Peranakan Museum
Dari sekian banyak destinasi di George Town, Pinang Peranakan Mansion adalah salah satu yang paling difavoritkan wisatawan. Menurut laman Anoushka Probyn, museum ini merupakan sebuah kompleks besar yang menampilkan koleksi antik serta perabotan khas komunitas Peranakan. Budaya Peranakan sendiri lahir dari percampuran imigran Tionghoa dengan masyarakat Melayu, sehingga menghasilkan tradisi unik yang kaya warna.
“Museum ini dipenuhi koleksi furniture vintage, peralatan kaca mewah, dan benda antik lainnya. Bangunannya sendiri sama menawannya dengan artefak yang dipamerkan, memberikan pelajaran luar biasa tentang gaya warna yang memukau,” tulis Anoushka Probyn di laman pribadinya.
Museum ini buka setiap hari pukul 09.30 hingga 17.00, dengan tiket masuk RM25 untuk dewasa. Tur berpemandu tersedia gratis, tetapi banyak wisatawan juga senang menjelajah sendiri untuk lebih leluasa menikmati keindahannya.
Leong San Tong Khoo Kongsi
Tidak lengkap berkunjung ke Penang tanpa melihat Leong San Tong Khoo Kongsi, rumah yang dijuluki Permata Warisan Penang. Dikutip dari Klook Travel, tempat ini terdiri dari rumah yang megah, panggung opera, dan halaman luas.
Pada 2006, rumah klan Khoo Kongsi merayakan ulang tahunnya yang ke-100. Bangunan aslinya sempat hancur akibat kebakaran tahun 1901, tetapi dibangun kembali dengan arsitektur menawan yang masih bisa dinikmati hingga kini.
Tempat ini bukan hanya simbol warisan, tetapi juga mercusuar harapan bagi klan Khoo yang dahulu merantau dari Tiongkok menuju Malaya. Kini, Khoo Kongsi menjadi contoh terbaik dari konservasi dan restorasi warisan budaya.
Penang Street Art

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
