Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 21.53 WIB

Cahaya di Kota Tua Hoi An: Simfoni Lampion di Tepian Sungai yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

Cahaya indah yang berasal dari Kota Tua Hoi An (Dok. vietnam.travel) - Image

Cahaya indah yang berasal dari Kota Tua Hoi An (Dok. vietnam.travel)

JawaPos.com - Hoi An, kota kecil yang terletak di Provinsi Quang Nam, Vietnam Tengah, terus memikat wisatawan dunia dengan pesona klasiknya. Terletak di tepi Sungai Thu Bon, kawasan Kota Tua Hoi An telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1999.

Kota ini menjadi contoh pelabuhan dagang Asia Tenggara yang terawat dengan baik, berkembang antara abad ke-15 hingga ke-19, dan mencerminkan perpaduan budaya lokal serta asing yang harmonis.

Salah satu daya tarik utama Hoi An adalah festival lampion yang digelar setiap bulan pada tanggal 14 kalender lunar. Pada malam itu, seluruh kota mematikan lampu listrik dan menggantinya dengan ribuan lampion warna-warni yang menghiasi jalanan dan rumah-rumah tua. 

Di Sungai Thu Bon, wisatawan dan warga lokal bersama-sama melepaskan lampion terapung sebagai simbol harapan dan keberuntungan.

"Jalanan yang diterangi lampion, lentera yang mengapung di sungai, dan suasana yang meriah menjadikan Festival Lampion di Hoi An sebagai perayaan yang benar-benar magis dan mengagumkan," tulis laman pariwisata internasional Tourist Secrets.

Tradisi pembuatan lampion di Hoi An telah berlangsung sejak akhir abad ke-16, saat komunitas Tionghoa dan Jepang mulai menetap di kota ini. Awalnya, lampion digunakan sebagai penerangan dan dekorasi rumah. 

Kini, lebih dari 200 bengkel lampion dikelola oleh keluarga lokal dengan teknik yang diwariskan secara turun-temurun.

"Mereka memproduksi lampion untuk kebutuhan lokal maupun pasar internasional," ungkap situs Hoi An Day Trip dalam artikelnya tentang kerajinan tangan khas kota ini.

Selain festival dan kerajinan, arsitektur Hoi An juga menjadi daya tarik tersendiri. Bangunan-bangunan tua bergaya kolonial Prancis, Jepang, dan Tionghoa berdiri berdampingan di sepanjang jalan sempit yang ramah bagi pejalan kaki. 

UNESCO mencatat bahwa tata kota dan bangunan Hoi An mencerminkan perpaduan budaya yang unik dan menjadi bukti sejarah perdagangan maritim Asia Tenggara.

"Hoi An adalah contoh yang sangat terawat dari kota pelabuhan dagang Asia Tenggara, dengan pengaruh lokal dan asing yang berpadu dalam arsitektur dan tata ruangnya," tulis UNESCO dalam laman resminya.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer klasik Asia, Hoi An menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

"Hoi An adalah salah satu kota paling populer di Vietnam karena pusat sejarahnya yang terawat dengan baik, serta lampion dan bangunan warna-warni yang memikat," tulis Beantown Traveller dalam panduan perjalanannya.

Kota ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan cerminan hidup dari warisan budaya yang terus dijaga dan dirayakan oleh masyarakatnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore