
Cahaya indah yang berasal dari Kota Tua Hoi An (Dok. vietnam.travel)
JawaPos.com - Hoi An, kota kecil yang terletak di Provinsi Quang Nam, Vietnam Tengah, terus memikat wisatawan dunia dengan pesona klasiknya. Terletak di tepi Sungai Thu Bon, kawasan Kota Tua Hoi An telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1999.
Kota ini menjadi contoh pelabuhan dagang Asia Tenggara yang terawat dengan baik, berkembang antara abad ke-15 hingga ke-19, dan mencerminkan perpaduan budaya lokal serta asing yang harmonis.
Salah satu daya tarik utama Hoi An adalah festival lampion yang digelar setiap bulan pada tanggal 14 kalender lunar. Pada malam itu, seluruh kota mematikan lampu listrik dan menggantinya dengan ribuan lampion warna-warni yang menghiasi jalanan dan rumah-rumah tua.
Di Sungai Thu Bon, wisatawan dan warga lokal bersama-sama melepaskan lampion terapung sebagai simbol harapan dan keberuntungan.
"Jalanan yang diterangi lampion, lentera yang mengapung di sungai, dan suasana yang meriah menjadikan Festival Lampion di Hoi An sebagai perayaan yang benar-benar magis dan mengagumkan," tulis laman pariwisata internasional Tourist Secrets.
Tradisi pembuatan lampion di Hoi An telah berlangsung sejak akhir abad ke-16, saat komunitas Tionghoa dan Jepang mulai menetap di kota ini. Awalnya, lampion digunakan sebagai penerangan dan dekorasi rumah.
Kini, lebih dari 200 bengkel lampion dikelola oleh keluarga lokal dengan teknik yang diwariskan secara turun-temurun.
"Mereka memproduksi lampion untuk kebutuhan lokal maupun pasar internasional," ungkap situs Hoi An Day Trip dalam artikelnya tentang kerajinan tangan khas kota ini.
Selain festival dan kerajinan, arsitektur Hoi An juga menjadi daya tarik tersendiri. Bangunan-bangunan tua bergaya kolonial Prancis, Jepang, dan Tionghoa berdiri berdampingan di sepanjang jalan sempit yang ramah bagi pejalan kaki.
UNESCO mencatat bahwa tata kota dan bangunan Hoi An mencerminkan perpaduan budaya yang unik dan menjadi bukti sejarah perdagangan maritim Asia Tenggara.
"Hoi An adalah contoh yang sangat terawat dari kota pelabuhan dagang Asia Tenggara, dengan pengaruh lokal dan asing yang berpadu dalam arsitektur dan tata ruangnya," tulis UNESCO dalam laman resminya.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer klasik Asia, Hoi An menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.
"Hoi An adalah salah satu kota paling populer di Vietnam karena pusat sejarahnya yang terawat dengan baik, serta lampion dan bangunan warna-warni yang memikat," tulis Beantown Traveller dalam panduan perjalanannya.
Kota ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan cerminan hidup dari warisan budaya yang terus dijaga dan dirayakan oleh masyarakatnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
