Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Maret 2025 | 00.22 WIB

Suguhan Istimewa Es Kelapa Cincau dan Kerupuk Gosong di Wisma Habibie-Ainun

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Salah satu elemen yang membuat historical tour ini begitu istimewa, pengunjung merasakan pengalaman seperti sedang bertamu ke rumah Eyang Habibie dan Ainun. Tidak hanya mendengar kisah kehidupan beliau dari orang-orang terdekat, tetapi juga mencicipi suguhan khas yang dulu selalu disajikan kepada para tamu dan kolega Habibie-Ainun.

Yakni, minuman segar es kelapa cincau, resep Ainun yang diteruskan kepada Sigit, butler setia keluarga yang telah bekerja lebih dari 30 tahun. Bagi keluarga Habibie, es kelapa cincau bukan sekadar minuman Pelepas dahaga, tetapi simbol kehangatan dan keramahtamahan.

Dulu, Ainun selalu menyajikan minuman ini kepada tamu istimewa yang berkunjung ke rumah mereka. Kini, pengunjung atau cucu-cucu intelektual pun mendapatkan kesempatan yang sama, merasakan sambutan khas yang pernah dinikmati oleh para sahabat dan kolega Habibie. ”Kami ingin pengunjung tidak sekadar masuk museum, tetapi benar-benar seperti bertamu ke rumah eyang, ngobrol dengan kami, cucu-cucunya,” ujar Putri Habibie.

Tak hanya es kelapa cincau, ada satu camilan yang mungkin terdengar tidak biasa, namun justru sarat makna: kerupuk gosong. Ya, kerupuk yang sengaja digoreng hingga tingkat kematangan tertentu ini adalah favorit Habibie. ”Ini bukan sekadar kerupuk biasa. Ini adalah kerupuk dengan tingkat kematangan yang eyang Rudy (sapaan Habibie) paling suka,” imbuhnya.

Mungkin bagi sebagian orang, kerupuk gosong dianggap sebagai hasil masakan yang kurang sempurna. Namun, di rumah Habibie-Ainun, itu simbol kesederhanaan dan selera unik seorang tokoh besar. ”Siapa tahu, ibu-ibu di rumah bisa menjadikan ini pembelaan kalau masak kerupuknya gosong,” canda Putri.

Reaksi para pengunjung terhadap sajian itu pun kebanyakan terkejut sekaligus tersentuh. Salah satu yang cukup lucu, ada pengunjung yang begitu menyukai kerupuk gosong hingga terus-terusan mengambilnya. ”Dia lahap banget, bilang enak sekali, dan akhirnya ikut tur sambil terus membawa camilan ini,” cerita Putri, lantas tertawa.

Hal-hal kecil seperti itu, menurut keluarga Habibie, justru yang paling membekas di hati para pengunjung. Tur ini tidak dirancang untuk menampilkan kemewahan atau kejayaan masa lalu, tetapi untuk menghadirkan kehangatan yang pernah dirasakan oleh orang-orang terdekat Habibie dan Ainun.

Saat duduk di ruang makan, menyeruput es kelapa cincau, dan menggigit renyahnya kerupuk gosong, cucu-cucu intelektual seakan diajak melintasi waktu, merasakan apa yang dirasakan oleh tamu-tamu yang pernah hadir di rumah ini. Mereka bukan hanya menyerap inspirasi, tetapi juga merasakan pengalaman yang intimate dan terhubung, seolah benar-benar sedang bertamu ke rumah Eyang Habibie dan Ainun. (far/nor)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore