
Pesona pemandangan puncak Gunung Lorokan. (Dok. Pribadi)
JawaPos.com - Indonesia memiliki banyak puncak gunung dengan jalur pendakian yang relatif mudah untuk para pendaki pemula, termasuk di Kabupaten Mojokerto. Kamu bisa menemukan banyak hamparan puncak perbukitan dan pegunungan yang asri dan menawan disana.
Salah satunya adalah Gunung Lorokan, yang berlokasi di Desa Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Memiliki ketinggian 1100 MDPL, Gunung Lorokan sangat cocok bagi para pendaki pemula. Dari pusat kota Mojokerto, kamu perlu menempuh jarak sekitar 30-35 km atau sekitar 1 jam perjalanan untuk sampai di basecamp Gunung Lorokan. Untuk mempermudah, kamu bisa cek lokasinya di Google Maps berikut ini:
https://maps.app.goo.gl/zq32xsYXDxAyNJfB9
Biaya Tiket Mendaki Gunung Lorokan
Kalau kamu sudah sampai di basecamp Gunung Lorokan, kamu perlu membayar biaya tiket parkir dan tiket masuk. Harga terbaru pada bulan Juli 2024, untuk biaya tiket parkir adalah Rp 10.000 per motor, dan tiket masuk untuk mendaki sebesar Rp 15.000 per orang.
Tiket tersebut sudah termasuk akses ke Air Terjun Sumber Waringin. Bahkan kamu juga mendapat voucher sebesar Rp 5.000 yang bisa ditukar dengan minuman atau snack di kedai yang ada di basecamp dan pos 1.
Estimasi Waktu dan Medan Pendakian
Dengan ketinggian 1100 MDPL, Gunung Lorokan cocok untuk kamu yang baru memulai hobi mendaki. Kamu bisa menempuh jalurnya dengan berjalan santai selama 1 jam untuk sampai ke puncak Gunung Lorokan.
Pihak basecamp tidak memberikan jalur peta, namun sebelum melakukan pendakian, kamu akan diberi petunjuk perjalanan hingga menuju puncak. Rute menuju puncak Gunung Lorokan tidak begitu sulit, sehingga kamu tinggal mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada di jalur setapak.
Terdapat 2 jalur menuju puncak, yakni melalui kebun atau jalur air terjun. Bila kamu pergi kesana saat musim hujan, ada baiknya untuk menghindari jalur air terjun karena licin dan rawan longsor.
Petualanganmu akan dimulai dengan melewati tanjakan demi tanjakan menuju puncak Gunung Lorokan. Tiap tanjakan tersebut memiliki nama yang unik, dari Tanjakan Manja, Tanjakan Bugingan, Tanjakan Botok Bolu, hingga Tanjakan Raisa.
Kalau kamu sudah mencapai pos 1, kamu bisa berhenti sejenak di gazebo-gazebo yang ada disana. Terdapat banyak gazebo untuk para pendaki, bahkan ada ayunan ditengah area pos tersebut. Kamu bisa beristirahat dengan suasana yang sejuk. Selain itu kamu juga bisa menukarkan vouchermu untuk membeli makanan dan minuman di tempat penukaran yang tersedia.
Medan pendakian menuju puncak Gunung Lorokan tidak curam. Selain itu, di sepanjang perjalanan kamu juga disuguhi pemandangan gunung-gunung, seperti Anjasmoro, Penanggungan, dan Arjuno-Welirang.
Jalur menuju pos 2 relatif landai dengan pepohonan rindang disekelilingnya. Sedangkan tanjakan demi tanjakan menuju pos 3 memiliki tanah yang cenderung basah, sehingga kamu perlu berhati-hati dengan pijakan kakimu agar tidak terpeleset.
Puncak Gunung Lorokan

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
