Kepadatan arus lalu lintas menuju kawasan wisata Gunung Bromo pada liburan panjang Isra Miraj dan Imlek tahun 2024. (Radar Bromo)
JawaPos.com – Kawasan wisata Gunung Bromo selalu menjadi salah satu destinasi tujuan ketika memasuki masa libur panjang. Hal tersebut juga terjadi saat masa libur Isra Miraj dan Imlek saat ini. Terpantau kawasan wisata tersebut ramai dikunjungi wisatawan sehingga arus lalu lintas di jalur wisata itu menjadi padat.
Sejumlah destinasi wisata di Bromo juga terkena dampak macet. Titik kepadatan arus lalu lintas diketahui berada di penanjakan 1 dan 2 yang masuk dalam wilayah Pasuruan. Begitu juga di persimpangan jalur menuju pos tiket masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Probolinggo.
Salah satu penyedia jasa jip Bromo bernama Choirul Umam Masduqi mengatakan banyak faktor yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas jalur wisata Bromo. Beberapa faktor itu antara lain karena banyak pengunjung yang hendak menuju destinasi wisata yang sama.
Faktor berikutnya adalah terdapat kendaraan yang mogok atau mengalami kendala di perjalanan menuju wisata. Selain itu menurutnya kantong parkir di setiap destinasi wisata juga masih kurang memadai untuk menampung jumlah kendaraan yang datang.
“Semua harus saling bersabar dan tidak egois, agar tidak menjadi penyebab kemacetan. Kantong parkir di setiap site diperlukan untuk menekan kepadatan lalu lintas,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Bromo (JawaPos Group).
Sementara itu penyedia jasa jip Bromo lainnya bernama Sismiko mengatakan setiap hari libur panjang kondisi lalu lintas di kawasan wisata Gunung Bromo selalu dipadati kendaraan. Menurutnya, kondisi seperti ini memang merupakan masalah klasik dan belum ada tindakan untuk mengantisipasinya sejauh ini.
Ia menambahkan seharusnya yang perlu menjadi perhatian bukan hanya pelayanan kepada wisatawan. Tetapi juga aktivitas masyarakat lokal yang bekerja di sektor pertanian. Sebab, dengan adanya macet maka aktivitas warga juga pasti akan terganggu.
“Kami berharap di setiap pintu masuk dapat melakukan hal yang sama. Tidak hanya di Cemoro Lawang, tetapi semua pintu masuk yang lain agar dilakukan optimalisasi oleh petugas,” ungkapnya.
Ia lantas memberikan contoh kasus kemacetan parah yang dulu sering terjadi di Simpang Dingklik Pasuruan dan kini dapat teratasi dengan adanya petugas TNBTS dan kepolisian yang mengatur arus kemacetan lalu lintas.
“Saat ini sudah bisa tertangani ketika petugas TNBTS bersama pihak kepolisian bekerja sama dalam mengatur lalu lintas di tempat itu,” kata dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
